expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Saturday, 10 September 2016

Soulmate

Saya tidak begitu ingat kapan saya beli buku ini, tapi kira-kira 1,5 tahun yang lalu.Waktu itu saya ke sebuah toko buku untuk mencari buku referensi tugas salah satu mata kuliah, kalo gak salah. Setelah dapat buku yang saya cari, iseng saya menuju ke rak yang bertuliskan "novel".Pandangan saya langsung tertuju pada buku dengan cover yang cukup mencolok. Saya ambil buku tersebut,kebetulan di sana tidak ada satupun buku yang tidak terbungkus plastik,semuanya terbungkus,jadi saya tidak bisa lihat isinya,hanya bisa melihat cover depan dan belakang buku tersebut. Penulis novel adalah Agung Webe. 

Saya baca cover belakangnya, sinopsis novel ini. Kira-kira begini, novel ini menceritakan tentang laki-laki dan perempuan yang sudah berkeluarga, tapi masing-masing merasa bahwa mereka dipertemukan karena takdir, pertemuan yang tidak direncanakan,sebuah kebetulan yang mengisyaratkan bahwa mereka adalah soulmate alias belahan jiwa. Sekali lagi, mereka masing-masing sudah memiliki keluarga yang sempurna,pekerjaan bagus,materi cukup,pasangan yang sempurna dan anak yang lucu. Sempurna sekali.


Setelah membaca sinopsisnya,entah kenapa saya tertarik untuk membaca isinya.Iya,ini adalah novel,saya tahu,tentu saja ceritanya fiksi,kalaupun riil pasti ada banyak bumbu di sana.Tapi saya penasaran dengan ceritanya.Sayapun membeli novel tersebut. Dalam beberapa hari saya menyelesaikan membaca novel tersebut.Kira-kira begini ceritanya, dalam novel ini ada 2 tokoh,namanya Rizal dan Ajeng,dua-duanya sudah berkeluarga.Mereka bertemu secara kebetulan dan merasa bahwa mereka berdua adalah soulmate alias belahan jiwa.Menurut mereka,mereka dipertemukan secara kebetulan,bukan egomate apalagi birahi-mate,rasa cintanya membara,dan rasa sayangnya tulus.Dua tokoh dalam novel ini "mengklaim" mereka adalah soulmate yang dipertemukan pada waktu yang tidak tepat.Dengan pembelaan tersebut,rasa cinta dan sayang yang tulus kepada soulmate bukanlah rasa yang harus dibunuh hanya karena menutupi norma-norma yang ada.Hemmm...

Membaca novel ini cukup menguras emosi ternyata,hehehe.Sebel banget membayangkan bagaimana Rizal dan Ajeng diam-diam bertemu di luar rumah,apa saja yang mereka lakukan,dan itu semua menurut mereka bukan hal yang salah,karena rasa cinta dan sayangnya tulus,bukan sekedar egomate ataupun birahi-mate (saya baru dengar istilah ini ya di novel ini.Membayangkan betapa menyakitkan berada dalam posisi sebagai pasangan mereka yang dikhianati dengan cara seperti ini.Helooo..sekali lagi ini cuma novel lho ya,hehehe.

Walaupun di endingnya banyak kejutan dan cukup ribet menurut saya,karena menyangkut kehidupan pararel,reinkarnasi,pastlife regression,dan cinta masa lalu,namun intinya novel ini melihat soulmate dari sudut pandang yang lebih dalam dan sarat makna. Secara harafiah soulmate diartikan sebagai teman jiwa atau yang lebih populer belahan jiwa.Artinya soulmate itu kaitannya hanya dengan jiwa atau perasaan,seperti rasa bahagia,rasa sedih,rasa senang dan sebagainya.Berbeda dengan perasaan karena ketertarikan fisik,suka,sayang,cinta dan akhirnya "sex".Walaupun soulmate hanya berhubungan dengan jiwa,namun soulmate lebih luas dari ketertarikan fisik.Soulmate tidak ada hubungannya dengan ketertarikan fisik,jadi soulmate bisa saja bukan dari lawan jenis,bahkan orang tua dan anak,sahabat,teman bisa menjadi soulmate.

Lalu bagaimana jika orang yang sudah berkeluarga merasa nyaman dengan seseorang yang bukan pasangannya dan merasa dialah soulmate-nya,seperti tokoh Rizal dan Ajeng dalam novel tersebut? Bagaimana jika kita merasa tidak bahagia dengan pasangan kita, apakah berarti pasangan kita bukan soulmate kita? Bagaimana jika yang tidak kita dapatkan pada pasangan kita, namun kita temukan pada orang lain, apakah berarti orang lain itulah soulmate kita? hemmm...

Namanya juga manusia, normalnya pasti selalu melihat ke atas, jarang banget melihat ke bawah. Lalu wajarkah jika kita membandingkan milik kita dengan orang lain? Wajar, so human. Namun wajarkah jika kita membandingkan pasangan kita dengan orang lain?Menurut saya, kembali ke pribadi masing-masing. Kembali ke tujuan hidup masing-masing. Apa sih yang mau dicari? Kalau yang dicari materi ya, udah pasti ngejar materi itu tak akan ada habisnya? Kalau yang dicari kesenangan dan kepuasan semata? Pastinya gak ada habisnya juga mencari sesuatu atau seseorang yang bisa "menyenangkan" dan "memuaskan". Tapi kalau yang dicari ketenangan dan kebahagiaan hidup? Toh banyak juga kok orang yang "terlihat" bahagia tanpa materi yang banyak. Emang sih semuanya wang sinawang, tak ada yang tahu takaran kebahagiaan, kecuali kita sendiri. Kalau dengan begini kita udah bahagia ya udah ga perlu melihat kebahagiaan orang lain.That's the point.

Lalu bagaimana dengan finding soulmate after married? Nonsense. Cuma pembelaan aja sih menurut saya, aslinya ya tidak ada bedanya dengan perselingkuhan, hanya dikemas dalam istilah yang cukup cantik "soulmate", tapi ujung-ujungnya ya pasti tetaplah menjadi "egomate" dan "berahi-mate". Sekali lagi ini kembali ke pribadi masing-masing, kembali ke tujuan hidup masing-masing. Happy weekend.

Sunday, 4 September 2016

Lihatlah Perjuangan Mereka,Wanita-Wanita Yang Luar Biasa

Cerita saya kali ini tidak ada maksud atau tendensi apapun,seperti biasa saya hanya ingin share cerita pengalaman saya saja,yang mungkin bisa bermanfaat untuk diambil hikmahnya.Minggu lalu saya bertemu dengan 2 orang  wanita mantan TKI yang sudah pulang ke Indonesia karena "bermasalah".Ya,mereka adalah para TKI yang berangkat melalui calo alias ilegal,dan karena ada permasalahan di sana,mereka dipulangkan oleh KBRI.

sumber : www.cyberdakwah.com
Yang pertama,sebut saja Mbak X,usianya sekitar 35 tahun,asal Bantul.Pada waktu bertemu,Mbak X didampingi suaminya.Mbak X bercerita awal mula dia bisa berangkat ke Kairo,Mesir pada bulan Desember tahun lalu.Saat itu Mbak X sedang mengalami permasalahan keluarga,yaitu masalah keuangan.Dia benar-benar putus asa,tidak tahu harus bagaimana menyelesaikan masalahnya.Dalam benaknya hanya ada 1 hal,dia ingin mempertahankan rumah tangganya dengan membantu suaminya mencari nafkah,namun dia tidak tahu harus bekerja di mana,karena pendidikan yang dimilikinya terbatas,tidak punya pengalaman,dan usianya yang tidak muda lagi.Entah kebetulan atau apa,saat dia sedang mengalami kesulitan tersebut,seorang teman mengenalkan dia pada seseorang yang mengaku bisa memberangkatkan dia untuk bekerja di Kairo,Mesir sebagai baby sitter.Mbak X pun tertarik,apalagi gajinya lumayan,dan dia saat ini sangat membutuhkan uang.Dengan sangat meyakinkan,si calo memberikan iming-iming kepada Mbak X sehingga dia menjadi sangat yakin untuk berangkat ke Kairo,sebagai TKI.

Si Calo bahkan sempat beberapa kali meminjaminya uang.Singkat cerita Mbak X terbang ke Kairo untuk bekerja sebagai baby sitter.Sampai di Kairo,dia dijemput oleh calon majikannya di bandara.Namun ternyata orang tersebut bukanlah calon majikannya,karena dia hanya 2 malam di Kairo,setelah itu diterbangkan ke Jeddah.Ternyata di sinilah majikan Mbak X berada,bukan di Kairo,tapi di Jeddah,dan bukan sebagai baby sitter karena di keluarga tersebut tidak ada bayi,tapi ada sekitar 10-12 orang anggota keluarga,di mana Mbak X setiap hari harus mengurus rumah dan melayani keperluan orang-orang yang ada di rumah tersebut.Hampir semua pekerjaan rumah,harus dikerjakan oleh Mbak X setiap harinya,belum lagi harus melayani keperluan orang-orang tersebut.Bisa dibayangkan,tiap hari Mbak X harus bekerja hingga jam 02.00 dini hari,paginya harus bekerja lagi,begitu setiap hari.

Memang sesekali Mbak X diajak jalan-jalan oleh majikannya,tapi setelah itu dia tetap harus bekerja lagi seperti biasanya.Akhirnya karena sudah tidak kuat,Mbak X "kabur" dari rumah majikannya dan minta bantuan kepada polisi setempat.Bukan pertolongan yang dia peroleh,tapi justru permasalahan yang dia dapatkan.Selain dituduh melakukan kejahatan,Mbak X juga sempat hampir mengalami pelecehan seksual.Akhirnya setelah beberapa hari di kantor polisi,Mbak X dijemput oleh KBRI dan dipulangkan ke Indonesia,Alhamdulilah dalam kondisi sehat.

Yang kedua,sebut saja Mbak Y,asal Sleman,usia kurang lebih hampir sama dengan Mbak X.Kemarin Mbak Y datang dengan ditemani buliknya.Selama 3 tahun terakhir dia sudah bekerja di Malaysia,sebagai PRT.Waktu itu dia berangkat dengan meninggalkan 3 anak yang masih membutuhkan perhatian seorang Ibu.Mbak Y berangkat bekerja di luar negeri karena alasan perekonomian,dia ingin membantu suami mencari nafkah,supaya kebutuhan sehari-hari mereka bisa terpenuhi.

Selama 3 tahun terakhir Mbak Y bekerja tanpa masalah,gaji dia kirimkan ke Indonesia secara rutin.Hingga beberapa bulan lalu permasalahan dimulai ketika adik majikannya,seorang laki-laki yang belum menikah,jatuh hati pada Mbak Y dan ingin menikahinya.Mbak Y yang sudah menikah dan mempunyai 3 anak tentu saja menolaknya.Si laki-laki yang mencintai Mbak Y ini bisa menerima,namun kakak perempuannya yang juga majikan Mbak Y sepertinya tidak terima dengan "penolakan" ini.Perlakuan kasar dan siksaan-siksaan pun diterima Mbak Y,mulai dari tangan yang disilet-silet,rambut dipotong,pukulan,tamparan,makian,hingga yang paling parah,telinga kirinya dimasukin sumpit hingga berdarah,dan sekarang telinga kirinya tidak bisa mendengar atau tuli.

Tenggorokan saya rasanya tercekat mendengar cerita Mbak Y,membayangkan apa yang dia alami di sana waktu itu.Karena tidak tahan dengan segala siksaan tersebut,akhirnya Mbak Y "melarikan diri" dan melapor ke KBRI.Laporan segera diproses dengan cepat dan majikan Mbak Y dihukum 1 tahun penjara,sedangkan Mbak Y dipulangkan ke Indonesia.Waktu bertemu kemarin,Mbak Y masih terlihat agak "trauma".Kata buliknya,saat ini Mbak Y masih sering "ketakutan" untuk bertemu apalagi berbicara dengan orang lain.

Lebih miris lagi,Mbak Y bercerita,sejak ditinggal dirinya,2 anaknya tidak mau bersekolah.Anak pertama,perempuan hanya mengenyam pendidikan hingga SMP dan tidak mau melanjutkan ke SMU.Anak yang kedua,laki-laki saat ini berumur 11 tahun,juga tidak mau bersekolah sejak beberapa tahun ini.Sedangkan anak ketiganya saat ini duduk di bangku SD.Bisa jadi tidak mau sekolah merupakan bentuk "protes" anak-anak Mbak Y karena ibunya meninggalkan mereka untuk bekerja ke luar negeri.Sedih banget mendengarnya.Saya menyarankan Mbak Y untuk minta ijin kepada pihak sekolah untuk mendampingi anak keduanya di kelas,paling nggak beberapa hari,sampai dia mau ditinggal.Tapi sayang,upaya tersebut sudah dilakukan oleh Mbak Y,tapi pihak sekolah tidak mengijinkan.

Kemarin seorang Bapak paruh baya menemui saya,ditemani anak laki-lakinya.Bapak ini adalah ayah dari seorang TKI Singapura yang belum lama ini meninggal karena kecelakaan kerja, di rumah majikannya,terjatuh dari lantai sekian (saya lupa).Almarhumah,sebut saja Mbak Z sudah beberapa tahun bekerja di Singapura sebagai PRT,karena alasan ekonomi.Beberepa tahun bekerja di sana tidak ada masalah,namun musibah tidak dapat dihindari,Tuhan memanggil Mbak Z yang sedang berjuang mencari nafkah di negeri orang,untuk menghidupi keluarganya.Kembali,tenggorokan saya tercekat,sakit sekali rasanya,pasti berat bagi Bapak ini harus kehilangan putri yang membanggakan dan sangat disayanginya.

Ketiga cerita saya tadi hanyalah contoh kecil bagaimana wanita sekarang mengambil peran penting di keluarganya.Alasannya hampir sama,bekerja ke luar negeri untuk menghidupi keluarga.Mereka rela meninggalkan keluarga,jauh dari anak-anaknya,bahkan keselamatan dan nyawapun menjadi taruhannya.Demi apa?Demi keluarga.Saya terkesan dengan alasan Mbak X yang mengatakan,dia berangkat bekerja ke luar negeri,demi mempertahankan keluarganya.Luar biasa sekali.

Terlepas dari cara mereka berangkat ke luar negeri yang ilegal,tujuan mereka sangat mulia.Perjuangan seorang ibu demi keluarganya,demi anak-anaknya.Seorang ibu akan melakukan apapun demi anak-anaknya,walaupun harus mempertaruhkan nyawanya,tanpa pamrih.
Mbak X,Mbak Y,Alm.Mbak Z,apa yang kalian alami sangat "getir",tapi percayalah,Tuhan tidak tidur,Dia tahu kalian melakukan itu demi keluarga dan anak-anak kalian.Tuhan telah "mencatatnya" sebagai amalan yang mulia.Tetap semangat ya mbak,pasti ada setitik jalan terang,selalu ada harapan bagi orang-orang yang tidak pernah menyerah seperti kalian.Apa yang kalian lakukan sungguh luar biasa

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.Have a nice weekend.




Saturday, 3 September 2016

When Mommy Back to Campus Part #1

Kuliah,bagi siswa SMU atau SMK sudah pasti menjadi sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu.Tak hanya karena akhirnya bisa "bebas" dari kewajiban memakai seragam,walaupun ada juga kampus yang mewajibkan mahasiswanya memakai seragam pada saat kuliah,bebas dari upacara tiap hari Senin,dan terbebas dari mata pelajaran yang tidak disukai.Kuliah berarti teman-teman baru,gabung dengan UKM yang seru-seru,senior yang keren-keren,pacaran,pokoknya dunia mahasiswa itu pasti seru bangetlah,begitulah kira-kira jawaban anak-anak SMU ketika ditanya pendapatnya tentang "dunia mahasiswa".

Lalu bagaimana kalau seorang ibu dengan batita seperti saya?Apakah kembali ke kampus menjadi sesuatu yang menyenangkan?Apakah masih seseru dulu saat kuliah S1?Dua tahun lalu ketika memutuskan untuk kuliah S2,sebenarnya alasan saya cuma 1,jenuh.Waktu itu saya jenuh dengan rutinitas saya yang begitu-begitu saja,pagi kerja,pulang,momong anak,ngurus keluarga,begitu tiap hari.Saya ingin melakukan sesuatu yang lain,di luar rutinitas saya.


sumber : www.hipwee.com
Kalau hanya ingin mencari kegiatan lain,kenapa saya tidak berbisnis saja ya?Hemm..waktu masih single dulu,banyak bisnis sampingan sudah saya coba,mulai dari berjualan baju,accessories,bahkan menjadi mitra salah satu franchise yang saat itu baru hits,tela krezz,sudah saya coba semua.Bisnis baju saya waktu itu cukup lumayan juga lho,saya kulakan secara online di Tanah Abang,kemudian pulang kerja saya tawarkan ke teman-teman saya,ke kos-kosan mahasiswa,atau titip jual ke teman.Hasilnya lumayan juga waktu itu.Namun bisnis baju saya kolaps karena saya kulakan dengan sistem jual putus,jadi kalau tidak laku ya,tidak bisa diretur,ditambah banyak yang beli secara "kredit" jadi muternya agak lama.Bisnis bajupun berhenti.Waktu itu sekitar tahun 2007an 

Kemudian saya mulai mencoba bisnis accessories.Waktu itu saya bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang export handycraft yang memberi saya kesempatan lumayan sering meeting di Bali.Pada saat di Bali saya berkenalan dengan salah satu suplier accessories asal Madura.Accessories berupa kalung,gelang,cincin etnik khas Bali,tapi made in Madura.Pada saat itu bahkan selama 1 tahunan saya menjadi "penyetor" accessories di salah satu toko accessories terbesar di Jogja.Hasilnya lumayan juga sebenarnya,namun karena sistem di toko tersebut pembayarannya tempo,dan bisa sampai 2-3 bulan baru dibayar,cukup sulit juga bagi saya,karena modal saya kan tidak besar,padahal untuk kulakan dari Bali harus cash.Waktu itu tahun 2008-2009an.

Bisnis ketiga yang pernah saya jalani adalah franchise Tela Krezz.Saya menyewa tempat di sebuah toko di dekat rumah orang tua saya,dengan 1 karyawan yang merupakan tetangga saya sendiri.Kalau siang outlet dijaga oleh karyawan dan malam hari sepulang kerja saya menjaganya sendiri.Heran juga kok waktu itu stock energi saya tidak habis-habis,mungkin karena waktu itu masih single,jadi belum banyak yang dipikir ya.hehehe.

Selama 1 tahun,hasilnya cukup lumayan,walaupun tidak banyak karena saya harus membayar sewa tempat dan menggaji karyawan,tapi cukuplah buat tambahan pemasukan.Bagi bisnis franchise seperti ini,trend sangat berpengaruh,jadi ketika dianggap sudah nggak trend lagi,ya mau nggak mau harus siap ditinggalkan konsumen,begitu juga outlet saya,hanya sekitar 1 tahunan berjalan,dan setelah itu outletpun tutup dan saya kembali fokus bekerja.

Bisa dibilang saya tipikal orang yang nggak bisa diam,ada saja yang ingin saya lakukan.Dan itu masih saja hingga sekarang saya sudah berkeluarga dan menjadi seorang Ibu.Ketika memutuskan untuk kuliah S2,pada waktu itu usia Juno baru 9 bulan,baru lucu-lucunya dan rasanya tak ada alasan bagi saya untuk "jenuh" bermain dengannya.Tidak,saya tidak pernah jenuh untuk hal yang satu ini.

Menyandang status baru sebagai seorang ibu ternyata menimbulkan banyak perubahan,mulai dari jam istirahat,waktu bersama suami,me time,kebutuhan yang bertambah,bahkan perubahan fisik.Semuanya berubah total,dan bisa dibilang me time menjadi hampir tidak ada.Jangankan mau jalan-jalan atau hangout sama teman,pulang telat aja pasti kepikirian rumah.Bersamaan dengan itu,ada semacam perasaan yang agak sulit dijelaskan,seperti jadi lebih sensitif dan lebih emosional.Mungkin ada juga yang mengalami yang saya alami waktu itu?

Akhirnya sebelum saya menjadi lebih "jenuh",saya memilih untuk mengerjakan hal lain.Bukan bisnis seperti yang lalu-lalu,karena untuk bisa berkembang,bisnis itu harus fokus,bukan untuk sambilan.Biarlah saya cukup membantu bisnis suami saja,karena kalau harus fokus,rasanya tidak mungkin.Saya memutuskan untuk kuliah lagi,dengan biaya mandiri.Sebelum memutuskan untuk kuliah lagi,tentu saja saya berdiskusi dulu dengan papi Juno,karena ini bukanlah hal yang sederhana,tidak hanya sekedar kuliah saja,tapi akan berkaitan dengan hal-hal lain seperti biaya sampai lulus,waktu untuk keluarga yang tentu saja akan berkurang,apalagi Juno waktu itu baru 9 bulan.Selain itu saya harus bisa membagi waktu antara bekerja,kuliah,keluarga dan mengerjakan tugas-tugas kuliah yang pasti tidak sedikit.Alhamdulilah suami mendukung.Ya,dia memang selalu membebaskan saya untuk melakukan apapun,selama itu menurut kami baik.

Smester 1 berjalan dengan lancar,saya harus pintar-pintar membagi waktu.Tugas kuliah biasanya saya kerjakan tengah malam setelah Juno tidur,dan saya selalu mengusahakan hari sabtu-minggu adalah hari keluarga,hari untuk Juno.Yang paling sulit adalah ketika Juno sakit,mau tidak mau saya harus ijin tidak kuliah,atau jika tidak terlalu rewel,dan papinya pas tidak ada kegiatan,saya berangkat kuliah,namun tentu saja kurang fokus.Dan repotnya lagi kalau papinya juga baru sakit atau ada kegiatan yang tidak bisa ditinggal dan tidak ada yang bisa dititipi Juno,mau nggak mau saya tidak berangkat kuliah.

Smester 2 mulai lumayan berat.Tugas-tugas semakin banyak.Beruntung smester 2,saya diijinkan oleh Profesor saya untuk mulai mengajukan proposal penelitian karena yang akan saya teliti kebetulan menjadi bagian dari pekerjaan saya.Lagipula saya memang ingin cepat lulus,pertama karena kuliah saya mandiri,berkaitan dengan biaya,kedua saya ingin cepat lulus supaya waktu bersama keluarga bisa lebih banyak.

Proposal yang saya ajukan sempat stuck beberapa bulan karena kesibukan di kantor,maklum ini kan ijin belajar,bukan tugas belajar,jadi pekerjaan kantor tetap harus diutamakan,hehehe.Bulan September 2015 saya maju seminar proposal,waktu itu papi Juno juga ada di sana mendampingi saya.

Setelah seminar proposal dilanjutkan dengan penelitian.Beruntung saya mendapat 2 orang dosen pembimbing yang sangat support.Sekitar 3 bulan saya melakukan penelitian,setelah itu sempat stuck di pengolahan data.Saya benar-benar stuck.Blank.Bersamaan dengan itu pekerjaan kantor juga lagi padat-padatnya.Saya pribadi lagi banyak masalah juga pada waktu itu.Tesis tidak saya sentuh.Saya benar-benar kehilangan semangat untuk melanjutkannya.

Di tengah semangat lagi drop-dropnya,saya dihubungi oleh Profesor saya untuk mengikuti international conference,namun waktunya sangat mendesak,waktu itu kalau tidak salah saya hanya punya waktu 1 minggu untuk menyelesaikannya.Sebenarnya bukan conference nya yang membuat saya bersemangat,tapi karena kebijakan dari kampus bahwa dengan mengikuti international conference,itu sudah dianggap sebagai seminar hasil,jadi saya tidak perlu seminar hasil lagi,tinggal sidang atau ujian tesis.Wahhh..saya langsung bersemangat untuk menyelesaikannya.Saya segera menemui dosen saya untuk konsultasi mengenai pengolahan datanya.Alhamdulilah pengolahan data bisa selesai,dan artikel untuk conference pun siap.It was my first conference.Walau tidak menjadi best paper,tapi ga papalah yang penting setelah ini bisa langsung sidang,hehehe.

Setelah itu adalah saat-saat terberatnya.Karena saya harus berjuang untuk "menyempurnakan" naskah tesis dan persiapan sidang.Pada waktu itu berat badan saya turun lumayan signifikan,hehehe.Bagaimana tidak,tiap malam begadang,bahkan tak jarang saya tidak tidur sampai pagi,langsung dilanjutkan ngantor.Dan itu berjalan beberapa bulan.Wajah saya sangat kuyu,kusam,pucat,karena kurang istirahat dan tidak sempat ke salon,boro-boro ke salon,hehehe.

Tanggal sidangpun ditentukan,kalau tidak salah akhir Desember tahun lalu.Saya tidak begitu tegang,karena sebelumnya sudah ikut conference dan topiknya adalah bagian dari pekerjaan saya,apalagi papi Juno duduk di luar ruang sidang,menunggui saya.cieeee...Plong sekali rasanya sehabis sidang,tinggal merevisi sedikit saja.Yesss..akhirnya bisa wisuda juga,hehehe.

Sebelum wisuda saya sempat mengikuti 1 conference lagi,yang ini cukup bergengsi,karena diselenggarakan oleh salah satu Universitas Negeri yang cukup populer di Thailand.Tidak ada salahnya kan mencoba,buat pengalaman saja,sekalian refreshing setelah beberapa bulan "hampir gila" karena tesis,begitu pikir saya waktu itu,hehehe.Akhirnya saya berangkat,dan surprisenya,saya dapat award "best paper for social science".It was my 2nd research.Hemmm...ngga nyangka banget.


Jujur saja,semangat kuliah saya ketika S2 jauh lebih besar daripada jaman kuliah S1 dulu,padahal jika dipikir,dulu waktu S1 belum punya tanggungan,belum mikir apapun,pacar juga ngga punya.Beda dengan sekarang,sudah ada tanggungan,keluarga dan pekerjaan,beban hidup lebih besar,tanggung jawab juga lebih banyak,biaya kuliah pun mikir sendiri,bukan dibiayai orang tua,seperti jaman S1 dulu.Bisa jadi saya ingin segera lulus,karena saya ingin waktu untuk keluarga,terutama Juno lebih banyak,jadi saya termotivasi karena ini,selain karena masalah biaya juga pastinya,hehehe.Selain itu saya seperti menemukan passion saya di sini,belajar hal baru dan bertemu teman-teman baru,menurut saya ini merupakan suatu "pengalihan" yang tepat,dari rasa jenuh.

Saya senang ketika ada teman-teman saya,terutama para mahmud alias mamah muda,masih punya semangat untuk belajar.Jangan pernah berpikir,untuk apa,karena yang namanya ilmu akan selalu bermanfaat,kapan saja,di mana saja.Kalau tidak dipakai di sini,ya di sana,atau paling ngga untuk memotivasi anak-anak kita nantinya.Nilai itu nomor sekian,jangan cuma yang penting lulus,enjoy the process,let's make something.

Menjadi ibu yang nyambi kuliah dan atau bekerja itu tidak mudah,tapi seru.Beratnya karena kita harus pintar membagi waktu dan membagi peran,harus jalan semua,harus seimbang semua.Serunya ya itu,banyak hal yang bisa kita pelajari,banyak hal yang bisa kita explore,mungkin saja kita akan menemukan passion kita di sini,sesuatu yang membuat kita merasa lebih bersemangat karena ada hal lain yang bisa kita kerjakan,syukur-syukur bisa bermanfaat bagi orang lain.Semangat ya teman-teman yang baru mau kuliah,baru mulai kuliah,baru berjuang menyelesaikan skripsi/tesis/disertasi.One day we'll be grateful because we can get through this,to be told to our children.Have a nice weekend.


*Saya menulis ini sementara Juno tidur di samping saya.Tadi pagi saya tanya dia "Juno mau sekolah tidak hari ini?",jawabnya "Juno nggak sekolah,mau di rumah aja sama mami." Dari pagi saya menemani dia bermain,sampai akhirnya dia meminta saya tidur di sebelahnya,"Mami sini bobok",diapun terlelap.Kemudian saya membuka laptop dan mulai menulis.Beginilah ketika kita memutuskan untuk kembali ke kampus,akan ada banyak tugas dengan deadline,tapi bagaimanapun,ada yang jauh lebih penting dari apapun.Mereka,keluarga kita,orang-orang yang kita sayangi.

Monday, 29 August 2016

Aku,Kamu dan Seventeen

Sabtu kemarin saya pergi ke sebuah toko kue di Jalan Brigjen Katamso untuk membeli mini tart buat Juno.Ya,kemarin Juno ultah yang ke-3,dan sejak beberapa hari lalu dia request kue ultah "gambar" Angry Bird.Bukan request dia sih sebenarnya,karena Juno belum begitu paham hal-hal seperti itu,tapi saya yang menawarinya waktu itu."Juno kan sebentar lagi mau ulang tahun yang ke-3,Juno pengen kue gambar apa?"tanya saya beberapa hari lalu.Dan Juno menjawab "Kue Angry Bird".Juno saat ini memang baru suka sekali dengan karakter Angry Bird.Saya langsung teringat toko kue tersebut,di sana selalu ada ready stock mini tart berbentuk Angry Bird,jadi saya tidak perlu pesan terlebih dahulu.

Siang kemarin saya ke sana bersama Juno dan Ibu saya.Saya langsung menuju mesin penyimpan kue,dan Alhamdulilah saya lihat di sana ada stock beberapa mini tart berbentuk Angry Bird.Ada warna merah,kuning,coklat dan biru.Saya minta Juno untuk memilih salah satu,dan dia memilih yang warna biru.Saya juga penggemar warna biru,tapi entah kenapa Angry Bird warna biru terlihat aneh menurut saya.Saya sampai beberapa kali menanyai Juno,kenapa tidak memilih yang warna merah atau kuning,yang warnanya lebih cocok untuk "seekor" Angry Bird.Tapi ternyata Juno sangat teguh pendiriannya,dia tetap memilih yang biru.Oke fine,akhirnya kami ambil yang biru,lagipula harganya cuma 36 ribu.Juno memang anak yang pengertian,tau aja dia milih kue yang pas dengan kantong emaknya,hehehe.

Saat sedang melihat-lihat kue,saya mendengar lagu yang tidak asing di telinga saya.Ya,itu lagu Seventeen yang judulnya "Jaga Hatimu".Tentu saja lagu itu tidak asing bagi saya,karena lagu tersebut adalah salah satu lagu favorit saya.Setelah lagu tersebut habis,ternyata lagu-lagu berikutnya juga merupakan Lagu Seventeen.Woww..hati saya girang.Setelah mendapat kue Juno,saya lanjutkan dengan memilih beberapa kue yang lain,sambil menikmati lagu-lagu Seventeen yang diputar di toko kue ini.Agak surprised juga sih ada toko yang memutar lagu Seventeen se-album,karena jarang sekali saya temui,paling 1 atau 2 lagu saja diputar,tapi ini se-album lohh..hepi banget dah guweh.

Saya sangat menyukai lagu-lagu Seventeen.Pada saat sedang driving,lagu yang paling sering saya putar ya Seventeen.Pada saat saya sedang bekerja di depan laptop,baik di rumah maupun di kantor,yang paling sering saya putar ya lagu-lagunya Seventeen.Setiap Seventeen main di Jogja,pasti saya selalu menyempatkan nonton,kecuali saat itu saya sedang dinas luar kota,seperti 3 bulan lalu ketika Seventeen main di salah satu club,saya terpaksa tidak bisa nonton karena sedang dinas luar kota.hiks hiks...sebel banget rasanya.

sumber : www.chordgitarindonesia.com
Bukan tanpa alasan saya sangat menyukai band asal Jogja ini.Iya memang Mas Ifan vokalisnya itu ganteng banget menurut saya,sipit sipit gimana gituhh (eaaa..mau bilang tipe guweh banget takut ada yang protes),tapi jujur ya,Mas Ifan emang ganteng bingit,hehehe (ealah balik lagi ke situ).Tapi bukan itu alasan utama kenapa saya ngefans sama Seventeen.Mas Ifan memang salah satu alasannya (ealah balik lagi ke situ),tapi bukan alasan yang utama.Alasan utamanya ya karena lagu-lagu Seventeen bagus.Pasti banyak yang setuju kan kalau saya bilang lagu-lagunya Seventeen itu bagus-bagus banget,musiknya enak didengar,liriknya dalem,ditambah pas banget kalau yang bawain Mas Ifan (hadehh..balik lagi ke situ)

Sebenarnya ada banyak cerita di balik "kengefans-an" saya sama Seventeen.Begini ceritanya.Duluuu banget jaman pacaran sama papi Juno,lagu-lagu Seventeen itu menggambarkan kita banget.Alay banget ya.Iya memang,saya akui dulu kami juga pernah alay kok,hehehe.Tapi itu dulu yaaa...sekarang tetep aja sih,cuma nggak se-alay dulu,hehehe.Duluuu kalau dengar lagu-lagu Seventeen bawaannya baper,terus mewek mewek.

Lagu "Jalan Terbaik" itu dulunya udah kayak original soundtracknya kita bangetlah,dan mungkin juga buat pasangan-pasangan yang lain.Yang penasaran,silahkan dicari di youtube ya videonya,hehehe.Dulu kalau dengar lagu ini pasti langsung mewek mewek.Apalagi itu lagu ada lanjutannya yang judulnya "Cinta Tak Bertuan",yang liriknya makin dalem,makin menyakitkan dan makin bikin baper aja rasanya waktu itu.Pokoknya selama kurang lebih 3 tahun pacaran,lagu-lagu Seventeen itu udah jadi lagu kami bangetlah,benar-benar menggambarkan kegalauan kami saat itu.Banyak banget rintangan yang harus kami lalui,sampai akhirnya kami bisa bersama,persis seperti lagu-lagunya Seventeen.

Alhamdulilah akhirnya kami bisa melaluinya.Dan sekarang setelah bersama hampir 8 tahun sejak pacaran,hingga sekarang sudah ada Juno,lagu-lagu Seventeen tetap menjadi favorit kami.Lagu-lagu Seventeen ini selalu mengingatkan kami pada perjuangan cinta kami dulu.Banyak kisah kami tersimpan di sana.Ketika sesuatu itu tidak dengan mudah kita dapatkan,sudah selayaknyalah kita menjaganya dengan baik.

Kini ku menemukanmu
Di ujung waktu ku patah hati
Lelah hati menunggu 
Cinta yang selamatkan hidupku
Kini ku 'tlah bersamamu
Berjanji 'tuk sehidup semati
sampai akhir sang waktu
kita bersama 'tuk selamanya
(Reff lagu "Menemukanmu"-Seventeen)

*Saya mendengarkan lagu ini sambil membayangkan 20 tahun lagi,kami berdua masih mendengarkan lagu ini bersama
*Papi Juno membayangkan 20 tahun lagi,kami naik vespa berdua sambil mendengarkan lagu ini melalui headset,hehehe (vespa!!!)

Sunday, 28 August 2016

Infotainment # Rahasia Awet Muda Ferry Salim

Minggu lalu kami,saya dan papi Juno melihat sebuah acara infotainment di televisi.Kami bukanlah penggemar infotainment,tapi topik kali ini menarik perhatian kami,karena mengulas tentang rahasia awet muda aktor Ferry Salim.Hemmm..siapa sih yang tidak kenal Ferry Salim,salah satu aktor papan atas Indonesia yang ganteng dengan wajah orientalnya yang khas(ehemm...tipe guweh banget lahh),hehehe.Nama Ferry Salim melejit sejak membintangi Film berjudul Ca Bau Kan yang hits pada tahun 2002.Selain sebagai aktor dan MC,Ferry Salim juga pernah menjadi duta UNICEF (United Nation Children's Fund),sebagai duta nasional untuk Indonesia.Tak hanya itu,saat ini Ferry Salim juga menjadi seorang pebisnis dengan membuka restoran Jepang dengan nama Shabu Slim yang saat ini sudah memiliki beberapa cabang di Jakarta.

sumber : www.biodatalengkapartis.com
Kalau Ferry Salim menjadi idola para mahmud alias mamah muda seperti saya,hehehe,tidak kalah dengan ayahnya,putra Ferry Salim yaitu Brandon Salim,saat ini menjadi idola baru cewek-cewek abege (abg).Pas betul rasanya peribahasa like father like son atau buah jatuh tak jauh dari pohonnya,seperti halnya Ferry Salim dan Brandon Salim,sama-sama ganteng,talented dan berprestasi.Bedanya,Brandon lebih aktif di dunia musik daripada film dan MC.

Oke,kembali ke infotainment tadi ya,saya dan papi Juno tertarik untuk menontonnya,karena topiknya itu lho,mengulas tentang bagaimana Ferry Salim awet muda seperti sekarang.Ya emang betul sih,kayaknya dari dulu sampai sekarang Ferry Salim ya begitu itu,dan sekarang malah makin keren aja,bahasa gaulnya hot daddy gituh,hehehe.Tapi coba tebak berapa usia Ferry Salim sekarang?He's 49 years old.Can you believe this???Gila ya,udah hampir 50 tahun masih seperti itu,ckckckck...

Bicara soal awet muda,banyak sih seleb Indonesia yang usianya sudah cukup berumur,tapi masih terlihat cantik dan ganteng,jauh lebih muda dari usianya.Menanggapai hal tersebut,pasti rata-rata komen kita begini "wajarlah namanya juga seleb,mau bayar perawatan berapa aja udah pasti bisa,mau operasi plastik juga bisa,wong duitnya banyak".Tak perlu disebutkan lagi siapa-siapa seleb Indonesia yang wajah dan tubuhnya dioperasi plastik,kayaknya sudah pada tau semua,yang tadinya pesek tiba-tiba jadi mancung,yang tadinya chubby tiba-tiba jadi tirus,yang tadinya ukurannya kecil tiba-tiba jadi gede juga ada,hehehe.

Kembali ke Ferry Salim ya.Pada acara tersebut "diungkap" rahasia awet muda Ferry Salim,yang saya rangkum kira-kira seperti ini:
  1. Menjaga berat badan.                                       Nahhh ini paling berat kayaknya.Emang bener sih,kayaknya masalah BB alias berat badan ini selalu menjadi perhatian apalagi bagi yang sudah di atas kepala 3,bukan hanya untuk menjaga penampilan,tapi penting juga bagi kesehatan.Menjaga berat badan bisa dilakukan melalui menjaga pola hidup,pola makan atau olah raga.Nahh ini...berat bingittt brayyy...
  2. Pilih model potongan rambut yang sesuai.                 Memilih model potongan rambut yang sesuai,baik bagi pria dan wanita ternyata sangat mempengaruhi penampilan,tentu saja potongan rambut harus disesuaikan dengan bentuk wajah,kalau salah pilih model rambut,bisa-bisa bukannya terlihat lebih muda tapi justru sebaliknya.Selain itu kalo rambut sudah mulai tumbuh uban,kalau tidak banyak ya ga papa lah dicat hitam,tapi tambah Om Ferry Salim,kalau ubannya sudah "terlanjur" banyak,biarkan saja,malah bisa terlihat keren,aktor George Clooney contohnya,hehehe.
  3. Sesekali pakai jeans                                       Jeans adalah jenis pakaian yang bisa dipakai siapa saja dan bisa diterima di mana saja.Dengan jeans orang terlihat lebih santai,lebih fresh dan tentu saja lebih muda.
  4. Sesekali bergaul dengan teman yang lebih muda                Tak ada salahnya juga kok kita bergaul dengan teman yang lebih muda,karena banyak hal yang tidak akan kita temui ketika kita bergaul dengan teman yang sebaya atau lebih dewasa.Banyak hal yang bisa kita peroleh dari bergaul dengan teman yang lebih muda,yang tentu saja cara berpikir dan cara pandangnya terhadap sesuatu pasti berbeda dengan generasi sebelumnya.Tapi sewajarnya juga,tidak perlu berlebihan juga,hehehe.
  5. Berfikir positif dan banyak tersenyum                      Tidak mudah memang untuk bisa selalu berpikir positif dan banyak senyum,apalagi di saat kita lagi banyak deadline pekerjaan,banyak masalah,banyak yang berkomen miring tentang kita,banyak yang tidak suka dengan apa yang kita lakukan,but we should try...
Nahh..itu tadi beberapa rahasia awet muda Ferry Salim yang tetap keren di usia 49 tahun itu.Jadi pengen kan?Selepas nonton acara tersebut saya pun membahasnya dengan papi Juno.FYI,kami memang suka membahas hal-hal yang kadang menurut orang lain tidak penting,tapi inilah serunya,hehehe.

Memang benar menjadi tua itu pasti,tapi siapa sih yang gak pengen awet muda?Siapa sih yang gak pengen bikin orang penasaran dengan usia kita?Siapa sih yang gak pengen selalu dipanggil "mbak" atau "mas"?Nahh...buat yang masih suka galau kalau pas belanja dipanggil "Bu" oleh mbak-mbak kasir(contohnya saya,padahal emang sudah emak-emak tapi masih sering ngarep dipanggil embak,hadehhh),atau dipanggil "Pak" oleh mbak-mbak SPG yang cantik,mungkin tips Ferry Salim tersebut bisa dicoba.Have a nice weekend,salam hangat untuk keluarga.

Saturday, 27 August 2016

Dear Mas Juno...

Sabtu,27 Agustus 2016

Teruntuk anakku sayang 
Herjuno Anggito Putra (Juno)

Nak,tak terasa hari ini usiamu sudah 3 tahun ya.Rasanya cepat sekali waktu berlalu.Rasanya baru kemarin kami menimang bayimu yang masih merah.Rasanya baru kemarin kami terjaga,karena menungguimu yang rewel karena habis imunisasi.Rasanya baru kemarin kami mengganti popokmu yang basah karena pipis.Rasanya baru kemarin kami begadang tengah malam,untuk menemanimu yang waktu itu baru seneng-senengnya "ngoceh".Rasanya baru kemarin Nak...

Nak,9 bulan lamanya kamu berada di perut mami,menemani kemanapun mami pergi.Masih ingatkah kamu Nak,mami sering mengajakmu ngobrol waktu itu?Masih ingatkah kamu musik-musik indah yang mami perdengarkan untukmu?Masih ingatkah kamu ayat-ayat Allah yang mami lantunkan untukmu?Masih ingatkah kamu ketika sedang bahagia ataupun sedih,selalu mami bercerita kepadamu.

Tahukah Nak,4 bulan pertama kehamilanmu adalah saat-saat terberat,karena mami tidak tahan dengan beberapa aroma makanan,dan hanya beberapa makanan saja yang bisa masuk ke dalam perut.Alhamdulilah Nak,mami bisa melaluinya.

Tahukah Nak,selama 9 bulan mami menghindari segala macam junk food favorit mami,dan hanya makan makanan sehat saja.Demi apa?Demi kesehatan kamu Nak.Tahukah kamu Nak,selama 9 bulan lebih mami "off" dari segala macam perawatan salon.Demi apa?Supaya zat-zat kimia dari perawatan-perawatan itu tidak mengganggu pertumbuhanmu.

Tahukah Nak,selama hamilmu berat badan mami naik hampir 20 kg,karena mulai kehamilan bulan ke-5,nafsu makan mami tidak terkendali,karena semua yang mami makan untuk kita berdua.Tapi mami tidak pedulikan itu,kenapa?Demi kamu Nak,yang penting kamu sehat.Dan bahkan 20 kg itu masih "tersisa" hingga saat ini Nak,dan mami masih harus berjuang keras untuk "membuangnya".


Dan hari ini tepat 3 tahun lalu mami berjuang untuk melahirkanmu.Selama 3 hari 3 malam mami menahan rasa sakit karena kontraksi,yang sakitnya semakin luar biasa ketika mami harus diinduksi,karena pembukaannya yang sangat lambat.Rasa sakit yang teramat sakit,yang pernah mami rasakan.

Tahukah Nak,waktu itu mami sempat ingin "menyerah" dari persalinan normal,karena tidak tahan dengan sakitnya kontraksi karena induksi.Alhamdulilah atas support dari papimu yang saat itu menemani,mami bisa melaluinya Nak,melahirkanmu secara normal.Tepat jam 00.30,tanggal 27 Agustus 2013,kamu terlahir ke dunia,disaksikan oleh papimu.Ingatkah kamu Nak,saat itu juga papi melantunkan adzan di telingamu?Campur aduk rasanya saat itu.Bahagia,haru,semuanya jadi satu.Menjadi Ibu.Menjadi Ayah.Ya,akhirnya kami menjadi orang tua.


Tahukah Nak,bukan tanpa alasan kami memilih namamu,Herjuno Anggito Putra.Namamu memang kami ambil dari bahasa Jawa.Kenapa?Karena kamu orang Jawa.Herjuno merupakan bentuk lain dari "Harjuno" yang artinya sangat sopan.Bisa juga diidentikkan dengan salah satu tokoh wayang, Arjuna yang merupakan tokoh protagonis dalam cerita Mahabarata.Arjuna adalah salah satu anggota Pandawa yang berparas rupawan dan berhati lemah lembut.Dalam bahasa Sansekerta,secara harfiah Arjuna berarti "jujur di dalam wajah dan pikiran".
Anggito dalam Bahasa Jawa artinya peka,mudah memahami sesuatu.Dan Putra,jelas karena kamu laki-laki,selain itu Putra juga bagian dari nama Ayahmu.Jelas kan Nak,walaupun terdengar ndeso dan Njawani,namamu sarat makna.Banyak doa dan harapan kami sematkan di namamu.

Nak,pasti kamu bertanya-tanya waktu kami memutuskan untuk "menyekolahkanmu" di usia 10 bulan.Itu merupakan keputusan berat bagi kami juga Nak awalnya,untuk meninggalkanmu di sekolah di usia sekecil itu.Mungkin kelihatan tidak adil bagimu Nak,tapi percayalah,kami sudah menimbang dan memikirkannya sebelum memutuskan,dan pilihan itulah yang terbaik bagi kita,kamu dan kami.Kamu tahu Nak,minggu pertama kamu sekolah,mami tak kuasa menahan air mata,karena tidak tega meninggalkanmu di sana.Alhamdulilah kita bisa melaluinya,sekarang kamu sudah enjoy dengan guru-guru dan teman-temanmu di sana.Bahkan kamu belajar banyak hal yang tidak sempat kami ajarkan kepadamu.


Nak,kamu pasti bertanya-tanya,kenapa waktu kami bersamamu tidak banyak.Suatu saat ketika usiamu sudah cukup,kamu akan memahaminya Nak.Ada banyak pilihan dalam hidup ini,terkadang kita harus memilih salah satu,namun pasti ada hal lain yang harus "dikorbankan".Kami tidak menyukai istilah ini Nak,karena kamu bukan korban,kamu tetaplah prioritas kami,kamu tetap yang nomor 1,tapi di sini ada hal lain yang harus kami lakukan untuk kepentingan kita,yaitu bekerja.Pasti akan sulit bagimu saat ini untuk memahaminya,tapi nanti suatu saat kamu akan paham.

Nak,kamu pasti bertanya-tanya,kenapa waktu bersamamu yang sedikit itu,masih dikurangi lagi dengan aktivitas kami yang lain?Sulit untuk menjelaskannya padamu saat ini,namun suatu saat nanti kamu akan paham Nak.Semua yang kami lakukan semata-mata hanyalah untuk kita,untuk kamu.Buat apa mami sekolah lagi?Ya supaya kami bisa mengajarkanmu banyak hal,dan supaya kami bisa memotivasimu untuk mempelajari banyak hal.Apakah harus?Well..suatu saat kamu akan paham Nak.

Nak,hari ini ijinkan kami mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepadamu.Maaf kami tidak memberimu kado mainan baru atau barang branded.Maaf tidak ada pesta atau kue tart besar.Yang bisa kami berikan cuma doa dan harapan.Jadilah anak yang tenang,santun,namun tangguh.Jadilah seperti harapan-harapan yang kami sematkan di namamu.Kami tidak akan membelikanmu barang mewah dan mahal,tapi kami janji akan memberikanmu pendidikan terbaik.Kami memang tidak selalu ada di sampingmu,tapi kami janji akan selalu ada di moment-moment pentingmu.Kami memang bukan orang tua terbaik,tapi kami janji akan jadi orang tua yang asik buat kamu,sahabatmu,teman curhatmu,teman diskusimu,juga teman petualanganmu.Belajarlah sebanyak mungkin dan bertemanlah sebanyak mungkin.


Maafkan kami Nak,memang waktu kami untuk bersamamu tidak banyak,tapi percayalah,kamu selalu menjadi nomor 1 kami.Semua yang kami lakukan adalah untukmu.One day we'll be glad to say "Son,we're proud of you" and you say "Mom,Dad I'm proud of you both".We're waiting for that moments.Happy Birthday Juno.


Love,Mami & Papi

Saturday, 20 August 2016

Mas Sony,Teman Saya Yang Sangat Menginspirasi #1% Campaign

Kemarin adalah hari spesial bagi saya.Kenapa?Karena saya bertemu seseorang yang sangat spesial dan sangat menginspirasi.Namanya Mas Sony.Mas Sony adalah tunanetra yang saat ini bekerja di salah satu hotel bintang 5 di Jogja.Saya tahu sosok Mas Sony ini bulan lalu ketika saya mengunjungi hotel tersebut,untuk bertemu dengan Pak Budi,yang merupakan HR Managernya,terkait dengan Tenaga Kerja Asing (TKA).Ya,di hotel tersebut GMnya adalah seorang warga negara Inggris.

Saat itu saya bertanya Pak Budi, apakah di hotel ini sudah ada karyawan difabelnya.Kemudian beliau mengatakan kepada saya bahwa di hotel ada satu orang tunanetra yang bekerja pada divisi accounting.Pak Budi menambahkan,bahkan karyawan tersebut sangat mahir mengoperasikan komputer.Saya cukup surprised waktu itu.Pada waktu itu saya tidak bisa membayangkan bagaimana seorang tunanetra bekerja pada divisi accounting,yang dalam bayangan saya akan banyak berurusan dengan angka,dan tentu saja komputer.Sepengetahuan saya,sampai saat ini belum banyak tunanetra yang bekerja di perusahaan,sebagian besar dari mereka bekerja secara mandiri.Dan jika ada tunanetra yang bekerja di perusahaan,jabatannya sangat terbatas,seperti operator telepon atau posisi lain yang mobilitasnya tidak banyak.Waktu itu saya hanya membayangkan bagaimana Mas Sony bekerja,karena saya belum bertemu langsung dengan Mas Sony.

Seminggu kemudian saya menghubungi Pak Budi.Saya tertarik untuk memvideokan profil Mas Sony,sebagai bahan sosialisasi untuk memotivasi perusahaan lain,supaya mereka lebih concern terhadap teman-teman difabel,dan membuka kesempatan yang lebih luas lagi bagi teman-teman difabel untuk bekerja di perusahaan.Sebagaimana kita tahu,sudah ada UU No.4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat, yang sekarang diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas,yang mewajibkan pemerintah dan perusahaan negara (BUMN dan BUMD) untuk mempekerjakan minimal 2% tenaga kerja difabel dari seluruh karyawan.Sedangkan perusahaan swasta diwajibkan untuk mempekerjakan setidaknya 1% tenaga kerja difabel dari seluruh karyawan yang ada.Bahkan di Yogyakarta sendiri sudah ada Perda yang mengaturnya,yaitu Perda No.4 Tahun 2012 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas.

Meskipun sudah ada peraturan yang mengaturnya,namun perusahaan tampaknya masih enggan untuk merekrut difabel,sehingga masih sangat sedikit perusahaan yang mempekerjakan difabel.Di Jogja sendiri,dari sekitar 380an perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 100 karyawan,hanya sekitar 25an perusahaan yang ada tenaga kerja difabelnya.Ada banyak alasan mengapa mereka tidak/belum merekrut difabel,yaitu adanya persepsi negatif atau underestimate terhadap difabel,yang dianggap tidak siap untuk memasuki dunia kerja.Selain itu perusahaan beranggapan bahwa untuk mempekerjakan difabel,harus ada aksesibilitas,yang pengadaannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Oke, kembali ke Mas Sonny lagi ya.Akhirnya saya mohon izin kepada pihak hotel di mana Mas Sony bekerja,untuk memvideokan profil Mas Sony sebagai bahan sosialisasi untuk memotivasi perusahaan,terutama yang belum mempekerjakan difabel.Selain itu juga untuk memotivasi teman-teman difabel yang lain.Alhamdulilah,pihak hotel menyetujui.Mas Sony adalah profil kedua difabel yang bekerja di perusahaan,yang sudah saya videokan.

Saya dan Mas Sony
Seminggu yang lalu saya dihubungi oleh pihak hotel yang menyatakan bahwa Mas Sony dan pihak hotel siap untuk diambil gambarnya pada hari Jumat 19 Agustus.Dibantu oleh sang sutradara yang kebetulan suami saya sendiri,hehehe...kamipun mempersiapkan segala sesuatunya.

Kami janjian dengan Mas Sony dan pihak hotel pada jam 10.Jam 10 kurang kami sudah tiba di hotel,kami menunggu di lobby.Tak lama Mas Sonny muncul,didampingi oleh HR Director dan Training Manager Awalnya saya khawatir bahwa Mas Sony akan kurang kooperatif.Saya juga sempat berfikir harus ekstra hati-hati ketika berbicara dengan Mas Sony,jangan sampai menggunakan pilihan kata yang salah.

Ternyata perkiraan saya salah.Sekitar 10 menit kami menjelaskan kepada Mas Sony tentang apa yang akan kami lakukan.Mas Sony sangat bersemangat,santai dan ramah.Saya beruntung karena pihak hotel yang kemarin menemani kami,Ibu Yola dan Ibu Anik sangat kooperatif dan support sekali.

Setelah survei beberapa lokasi akhirnya kami memutuskan untuk mengambil gambar wawancara Mas Sonny di taman.Kami meminta Mas Sony dengan posisi senyaman mungkin.Interview dimulai dengan Mas Sony menceritakan tentang dirinya.Mas Sony saat ini berusia 31 tahun, lahir di Jakarta dan menghabiskan masa kecilnya hingga kuliah di Semarang.Mas Sony dulu berkuliah di Universitas Diponegoro, Semarang.
pengambilan gambar Mas Sony
Tapi musibah tidak dapat dihindari,suatu hari sepulang dari kampus, saat itu sudah dekat dengan rumahnya,Mas Sony mengalami kecelakaan motor.Mas Sony tidak menceritakan secara detail tentang kejadian tersebut,tapi yang jelas musibah itu menyebabkan syaraf penglihatan Mas Sony "rusak".Awalnya hanya mata sebelah kiri yang benar-benar gelap,tapi akhirnya Mas Sony harus kehilangan kedua penglihatannya,kedua penglihatannya menjadi gelap,sama sekali tidak dapat melihat.Musibah itu terjadi pada tahun 2008,ketika Mas Sony tengah menyelesaikan skripsinya.

Tenggorokan saya tercekat mendengar cerita Mas Sony.Bisa dibayangkan bagaimana rasanya ketika Mas Sony tengah merajut mimpi untuk meraih gelar sarjana,tiba-tiba musibah terjadi dan merenggut kedua penglihatannya.Tentu saja Mas Sony membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi pada saat itu itu.Segala macam upaya telah dilakukan orang tua Mas Sony supaya penglihatan putranya bisa kembali, termasuk pengobatan di Singapura.Namun sayang,dokter di Singapura juga menyerah karena kecelakaan tersebut mengenai syarafnya.Pengobatan alternatif juga sudah dicoba,namun hasinya sama,penglihatan Mas Sony tidak bisa kembali.

Yang membuat saya terkesan adalah ketika Mas Sony mengatakan bahwa pada saat itu dia bisa menerima apa yang terjadi pada dirinya.Katanya "Ya gimana lagi Mbak,harus diterima".Tenggorokan saya sakit sekali rasanya.Membayangkan apa yang terjadi pada Mas Sony saat itu.Beruntung kampus memberikan kesempatan untuk Mas Sony.Dengan dibantu oleh teman-teman dan dukungan dari kampus, Mas Sony bisa menyelesaikan skripsinya dan memperoleh gelar sarjana.

Mas Sony saat bekerja
Setelah lulus kuliah,Mas Sony mengisi waktu dengan bergabung organisasi tunanetra dan menjadi sekretaris di organisasi tersebut.Pada tahun 2012 Mas Sony mengajukan lamaran ke sebuah hotel bintang 5 di Jogja,atas info dari keluarganya.Setelah melalui sekitar 5 kali interview,dengan bolak-balik Semarang-Jogja,Mas Sony akhirnya diterima pada Divisi Accounting sebagai store keeper atau staf gudang.Butuh sekitar 1 bulan bagi Mas Sony untuk beradaptasi dengan pekerjaan dan lingkungan kerja yang baru.

Mas Sony harus menghafal tempat atau ruangan yang akan sering beliau datangi.Mas Sony juga harus menghafal tempat-tempat penyimpanan barang untuk setiap divisi,seperti barang untuk F&B Dept.(beras, kecap, minyak, dll,alat tulis kantor,letaknya di mana,stocknya tinggal berapa,siapa saja yang sudah mengambil,semua harus dicatat,dan ketika stock habis tentu saja beliau harus membuat laporannya.Dan sekarang setelah 3 tahun bekerja Mas Sonny sudah sangat hafal semua lokasi penyimpanan barang,dan sangat terbiasa dengan semua pekerjaan yang dilakukannya.

Untuk membuat laporan,Mas Sony bekerja dengan laptop yang dilengkapi dengan software screen reader.Yang membedakan dengan laptop biasa,laptop Mas Sony ada voice (suara)nya,tetapi untuk keyboard dan yang lainnya sama saja dengan laptop lain,dan tampak Mas Sony sudah sangat mahir menggunakannya.Kemarin saya sempat mencandai Mas Sony."Mas, laptop ini sudah seperti pacar Mas Sony ya "kata saya.Jawab Mas Sony "Iya mbak,tapi sayangnya tidak mau saya nikahi".Hahaha ...

Kemarin kami sempat melihat bagaimana Mas Sony bergaul dengan rekan-rekan kerjanya.Menurut saya,Mas Sony terlihat "tidak ada yang berbeda",dengan gaya bercanda khas pria usianya, Mas Sony so melted dengan rekan-rekannya.Saling ejek, saling bully, saling nggarapi,biasa banget.Sayapun dibuat tertawa dengan candaan Mas Sonny dan rekan-rekannya.So natural...
Bahkan salah satu dari rekan Mas Sony mengatakan bahwa ia belajar banyak dari Mas Sonny karena Mas Sony bekerja di sini lebih dulu, jadi lebih berpengalaman di store.Hemmm...luar biasa ya.

Kami juga sempat mewawancarai GM,Training Manager dan atasan langsung Mas Sony yang mengatakan bahwa Mas Sony selama ini kinerjanya sangat baik,walaupun tetap ada beberapa pemakluman bagi Mas Sony.Misalnya ada pekerjaan yang sangat urgent dan harus segera,biasanya secara otomatis rekan kerja akan menghandle pekerjaan itu.Overall Mas Sony sangat mandiri.Beliau hanya perlu bantuan pada saat makan siang di kantin,dimana beliau harus dibantu ketika memilih menu,atau ketika berangkat pulang bekerja,Mas Sony memiliki langganan ojek.

Memang pihak hotel dan rekan kerja sangat mendukung Mas Sony.Mereka sangat memahami kondisi Mas Sony dan memberikan kesempatan bagi Mas Sony untuk beradaptasi dan mempelajari pekerjaannya.Pesimisme pasti ada pada awalnya,namun pihak hotel berhasil melihat kemampuan Mas Sony,dan menempatkan Mas Sony pada pekerjaan yang paling pas dan nyaman untuk Mas Sony,sesuai kompetensinya.

Tapi di sisi lain Mas Sony juga mampu beradaptasi dengan lingkungan kerjanya.Mas Sony yang cerdas dan memiliki semangat yang tinggi,tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dan mempelajari semuanya.Kata Mas Sony "Tak ada yang tidak mungkin Mbak,semua bisa dipelajari".Mas Sony yang supel dan ramah,dengan mudah "melebur" bersama rekan kerjanya.Mas Sony tidak menganggap kekurangannya menjadi hambatan untuk berkarya,bahkan justru itu menjadi pemacu semangatnya untuk terus maju dan mempelajari banyak hal.Beruntung Mas Sonny bertemu rekan kerja dan atasan yang sangat memahami kondisinya.Tidak ada pengkhususan,karena memang tidak ada yang berbeda dari Mas Sony.Mas Sony berada di sana karena Mas Sony mampu,seperti rekan-rekan lainnya.

Terima kasih Mas Sony untuk inspirasinya,sangat mengispirasi saya.Saya terkesan dengan ucapan Mas Sony "tak ada yang tak mungkin".Semoga dapat menginspirasi teman-teman difabel lainnya.Tak lupa terima kasih kepada Mr.Ian,Pak Budi,Ibu Yola,Ibu Anik,Ibu Monic dan semua rekan-rekan Mas Sony atas kerjasamanya,mudah-mudahan video ini nanti dapat memotivasi perusahaan lain untuk lebih concern terhadap teman-teman difabel.Terima kasih juga kepada bapak sutradara tercinta (hehehe)atas supportnya.

Saya akan share kisah inspiratif dari teman difabel lainnya di postingan saya berikutnya #1% Campaign

Have a nice weekend,salam hangat untuk keluarga.