expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Sunday, 19 November 2017

Jogja Bay: Petualangan Air Ala Bajak Laut Pertama di Indonesia



Hari Sabtu kemarin, kami berdua menemani Juno mengikuti wisata edukatif yang diselenggarakan oleh sekolah Juno. Kalau sebelumnya wisata edukatifnya di Museum Dirgantara, kali ini Jogja Bay dipilih sebagai lokasi wisata edukatif. Lokasi Jogja Bay sebenarnya dekat sekali dengan kantor saya, tapi sejak diresmikan sekitar 2 tahun lalu, kami belum pernah kesana. Jadi ketika sekolah Juno mengadakan acara ini, saya pikir, why not? Yukk ahh, mumpung pas libur juga. 

Hari Sabtu jam 07.45 kami berangkat menuju Jogja Bay yang berlokasi di utara stadion Maguwoharjo, Depok Sleman. Jalan lumayan macet dan butuh sekitar 45 menit untuk sampai di Jogja Bay. Saya sudah hapal benar kemacetan arah Jalan Solo, kan ini rute yang tiap hari saya lalui, ditambah weekend, pasti lebih padat. Dari tempat parkir menuju ke Jogja Bay, telah disediakan kereta mini, sehingga pengunjung tidak perlu capek-capek jalan kaki, lumayan bo' kalau jalan kaki, ada kali 300 meter. Setelah menunggu sekitar 10 menit, kereta mini datang menjemput kami dan pengunjung lainnya. Yeiii, Juno hepi banget naik kereta mini ini. Pengunjug akan diturunkan persis di depan pintu masuk utama Jogja Bay yang menghadap ke selatan (stadion Maguwoharjo).

Melewati pintu masuk, petugas memeriksa semua tas yang kami bawa. Sebagai catatan, kalau ke Jogja Bay, nggak perlu bawa snack atau makanan ya, karena pengunjung dilarang membawa makanan dan minuman dari luar, kecuali air minum dalam botol tanpa merk. Karena kami membawa snack cukup banyak, jadi ya terpaksa snack kami tinggal. Tapi jangan kuatir, nanti waktu mau pulang makanan yang ditinggal bisa diambil lagi kok di loket yang berada di halaman depan pintu masuk utama.

panggung pertunjukan Harbour Theater


Kami langsung menuju ke panggung pertunjukan, dimana rombongan sekolah Juno sudah berkumpul di sana untuk menyaksikan pertunjukan dan hiburan dari kakak-kakak Jogja Bay. Sayangnya, karena kami agak kesiangan, sampai sana pertunjukannya sudah selesai. Setelah itu adalah acara bebas, jadi kami memilih untuk mencari tempat duduk yang teduh. Sebenarnya di sana banyak tersedia gazebo, namun semuanya sudah reserved dan harga sewa gazebonya lumayan mahal menurut saya, 200 ribu/gazebo. Jadi kami memilih untuk cari tempat yang teduh di bawah pohon kelapa, menurut saya tempatnya cukup bersih.


tempatnya bersih banget ya, tiap ada sampah dikit aja langsung dibersihkan oleh petugas
saya memilih duduk-duduk di bawah pohon






Awalnya Juno belum mau turun ke air, namun setelah melihat teman-temannya bermain air, akhirnya di mau juga. Awalnya dia ditemani papinya bermain air di area kolam dangkal yang ada perosotan kuning, namun lama-lama dia mulai tertarik untuk mencoba wahana yang lain. Nahh berikut beberapa wahana yang kemarin kami coba.

Ziggy Giant Barrel
Wahana ini terdiri dari beberapa perosotan pendek, ada juga guyuran air dari barel besar yang berada di atas wahana.


ziggi giant barrel

om om life guardnya selalu siap siaga
Mimi Family
Kalaumau menikmati suasana santai yang tenang, wahana ini bisa dijadikan pilihan. Terdapat 3 perosotan pendek, bisa untuk anak-anak dan dewasa.

mimi family


Hip Playground
Di sini pengunjung bisa bermain air dan mencoba beberapa permainan bebas. Cocok sekali untuk anak balita.




Donte Wild River
Menyusuri sungai dengan ban di sungai buatan dengan arus tenang sambil menikmati semilir angin


Juno paling suka wahana ini

menyusuri sungai dengan ban

South Beach
Merupakan kolam yang luas, didesain menyerupai pantai dilengkapi dengan ombak tsunami buatan dan pasir pantai.






Kula Playpool
Nah yang ini cocok bagi orang dewasa atau yang udah jago berenang, karena cukup dalam. Dilengkapi dengan mini poll bar, kita bisa pesan minuman juga di sini.


Brando Boomeranggo
Kalau wahana ini, papi Juno yang udah nyobain. Saya mah nggak berani. Karena di wahana ini kita bisa meluncur dengaan kecepatan tinggi, dan seolah terpental seperti boomerang saat sampai di akhir lintasan yang akhirnya bermuara di sungai Jogja Bay.






Sebenarnya masih ada beberapa wahana yang belum kami coba, seperti Nemo Racer, yaitu 8 lintasan meluncur yang bisa buat adu kecepatan, Bekti Adventure, slider meliuk yang akan membawa kita "berkeliling" Jogja, Volcano Coaster, Timo-Timor Rider dan Joli Raft River, yang pasti semuanya seru. Namun karena sudah jam 12.00 dan matahari cukup terik, kami menyudahi petualangan air ala bajak laut di Jogja Bay hari ini. Tapi next, kami ingin ke sana lagi untuk mencoba wahana lainnya (hemmm, emang berani, hehehe)

Loker untuk menyimpan barang pribadi, harga sewa 30rb/loker

jangan lupa selfie, lalu upload ke instagram ya :)


nah, ini kapal bajak lautnya

pintu masuk utama

Nahh, seru banget kan petualangan kami hari ini di Jogja Bay. Daripada penasaran, yukk ahh cuss langsung ke Jogja Bay, Petualangan Air Ala Bajak Laut Pertama di Indonesia. 

Jogja Bay
Utara Stadion Maguwoharjo Depok Sleman
Buka : 08.00-18.00

Harga tiket : 
Hari biasa : anak-anak : 60 ribu/orang, dewasa : 90 ribu/orang
Sabtu-Minggu : anak-anak 75 ribu/orang, dewasa: 100 ribu/orang
Khusus hari Rabu, 50 ribu/orang setelah jam 12.00 siang. 

Kunena Eatery Yogyakarta, Tempat Nongkrong Asyik Yang Instagramable Banget



Kalau ditanya apakah saya hobi nongkrong? Sebenarnya nggak juga. Tapi saya selalu menyempatkan diri untuk ketemu teman untuk sekedar makan bareng, ngobrol atau ngegosip. Hehehe, perempuan mana sih yang nggak suka ngegosip? Apalagi ngegosip sambil makan makanan yang enak-enak, duuhh itu mah asyik banget, ngegosip iya, makan juga iya, hahaha. Saya suka sekali nyobain tempat nongkrong baru. Jadi kalau ada teman ngajakin nongkrong, saya pasti nanya dulu, ada tempat baru nggak? Lalu pertanyaan selanjutnya adalah tempatnya nyaman nggak? Trus menunya apa aja? Nah yang terakhir, tempatnya instagramable nggak? Maklum, namanya juga emak-emak banci kamera, jadi kalau ketemu spot keren, bawaannya pengen poto-poto ajah, hehehe.

Nah, kali ini saya posting tempat nongkrong yang nggak kalah asyik dan keren dari tempat-tempat yang sudah saya posting sebelumnya. Namanya Kunena Eatery. Mungkin ada yang baru dengar ya? Sok, berikut saya posting reviewnya. Hari Jumat lalu saya janjian nongki syantik dengan salah satu teman saya, Mbak Monica. Selesai rapat jam 16.00 di daerah Gedong Kuning, kami langsung cuss ke TKP yang berlokasi di Jalan Polisi Bambang Suprapto No.4 Gondokusuman, Baciro, Yogyakarta. Tepatnya, dari markas Brimob Baciro ke barat sekitar 300 meter, selatan jalan.

penampakan Kunena Eatery di malam hari



interior didominasi warna biru dan coklat

Jam 16.00 lebih sedikit saya tiba di sana. Sebuah bangunan cantik berlantai 2 dengan halaman parkir yang cukup luas. Di bagian depan adalah jendela-jendela kaca, sehingga saya bisa melihat bagian dalam bangunan ini. Saat tiba di sana, ada beberapa abege cewek yang juga sedang nongki syantik di meja depan, dekat jendela. Tampak tripod ada persis di samping meja mereka. Mereka habis sesi pepotoan kayaknya. Begitu masuk, pandangan saya mengelilingi ruangan tersebut. Nuansanya didominasi warna biru dan coklat, dengan meja kursi kayu yang juga bernuansa biru. Beberapa sofa di dekat jendela berwarna biru dilengkapi bantal kursi warna-warni, cantik sekali. Lantai 1 adalah area no smoking area, sedangkan lantai 2 adalah smoking area. Kalau memilih meja di area jendela, kita bisa menikmati pemandangan jalan di depan restoran. Apalagi kemarin waktu saya ke sana pas hujan, aihh romantis banget menikmati hujan di meja yang berada di dekat jendela.

live music tiap Jumat malam


area depan dekat jendela kaca


Saya memilih meja di dekat kasir yang berada di lantai 1. Tak lama seorang waitress menyodorkan 2 buah buku menu kepada saya. Yang satu berisi menu makanan dan satu lagi menu minuman. Dilihat dari menunya, restoran ini sepertinya khusus menyediakan western food. Saya sempat cek ke websitenya, dan memang restoran ini mengkhususkan pada menu makanan Amerika. Saya cek satu persatu menu yang ada, dan pilihan saya jatuh pada Aglioo Olio dengan topping smoked beef dan untuk minumannya saya memilih strawberry punch. Sambil menunggu teman saya, saya berkeliling. Saya suka sekali tempat ini. Tidak hanya desain interiornya yang cantik, tapi restoran ini juga memiliki play ground dengan koleksi mainan yang cukup banyak. Wahhh, Juno pasti suka sekali kalau diajak ke sini pikir saya. Selain itu saya juga suka dengan tanaman hijau yang digantung di atas meja-meja. Makin seger aja liatnya. Dan bagi yang suka kue yang manis-manis, di sini juga ada bakerynya. 


ada ijo-ijonya juga :)

ada playgroundnya lohh...

Tak lama teman saya datang. Untuk minumannya, teman saya memilih sunset boulevard dan untuk makanannya Black Angus Sanwhich. Sambil menunggu pesanan, tak lupa kami poto-poto. Sayang banget kalau tempat sekeren ini dilewatkan tanpa poto-poto, ya nggak? Hehehe. Terus terang saya baru tahu tempat ini, padahal cukup sering juga saya melewati jalan ini. Kata teman saya, Kunena ini sudah ada sejak tahun 2015, dan kalau malam rame banget, dan ada live musicnya juga loh tiap Jumat malam. Tapi sayangnya kemarin kami tidak sempat menikmati live musicnya karena kami kesananya kesorean. Live music baru dimulai jam 19.00.

strawberry punch, 20rb seger banget :)
Untuk minumannya saya memilih Strawberry punch yang merupakan perpaduan antara sirup strawberry, soda, potongan strawberry, lemon, jelly dan es batangan gitu. Seger banget deh...

aglio olio smoked beef topping, 35rb, so yummy :)

Sekitar 15 menit, pesanan kami datang. Taraaa...looksnya cantik sekali, sangat menggoda. Untuk aglionya, bagi saya porsinya cukup besar, begitu juga sandwich yang dipilih teman saya. Saya rasa, bisa buat berdua. Berbeda dengan aglio-aglio yang sudah pernah saya cicipi, aglio yang ini berbeda karena selain gurih, ada taburan bawangnya yang terasa sekali. Karena saya penyuka pedas, saya taburkan merica bubuk untuk menambah cita rasanya. Hemmm, yummy. Gurih aroma bawang dipadu dengan hangatnya merica bubuk, pas sekali.
sunset boulevard, 25.5 rb, kurang lebih kayak jus mangga gitu deh

black angus sandwich, 49rb, yummy dan dijamin kenyang banget :)










Setelah puas ngobrol dan foto-foto, kami menyempatkan untuk naik ke lantai 2 melihat area smokingnya. Nah, di lantai 2 inilah biasanya live music menghibur pengunjung restoran tiap Jumat malam. Sayangnya kemarin kami tidak sempat menonton live musicnya. Tapi lain kali pasti saya akan kesini lagi. Okey, bagi kalian yang hobi nongki syantik di tempat-tempat yang instagramable, cuss ahh langsung aja ke Kunea Eatery, Jalan Polisi Bambang Suprapto No.4 Gondokusuman, Baciro, Yogyakarta. Tepatnya, dari markas Brimob Baciro ke barat sekitar 300 meter, selatan jalan. Happy sunday :)

penampakan lantai 2 nya

ada outdoornya juga


KUNENA EATERY
Jalan Polisi Bambang Suprapto No.4 Gondokusuman, Baciro, Yogyakarta
Telp (0274) 565919
Open : 11 am - 11 pm












Sunday, 12 November 2017

How do I Cope with stress?

sumber: linkedin.com
"Mbak, stres nggak sih nyambi-nyambi gitu?", tanya seorang teman kepada saya beberapa hari lalu. Saya ketawa. "Ya stres lah mbak", jawab saya. "Kok sepertinya enjoy-enjoy aja?", tanyanya lagi. Bukan pertama kalinya saya ditanya demikian. Sebelumnya beberapa teman juga menanyakan atau mengatakan hal yang sama, "Katanya kuliah S3 itu bikin stres, kok kamu tampak enjoy aja sih Hen?". Biasanya kalau ditanya begitu, saya hanya ketawa saja dan saya aminkan. Aminnn.

Lalu apa benar saya nggak stres? Apa benar saya enjoy-enjoy aja? Haha, ya nggak lah. Masa nggak pernah stres, bohong banget pasti, hehehe. Lagipula mana ada sih orang yang nggak pernah ngalamin stres. Nggak mungkin 'kan. Begitu pula saya. Sudah pernah saya tulis di blog-blog saya sebelumnya, bagaimana saya mengalami kestresan yang luar biasa saat memulai perkuliahan tahun lalu. Bagaimana ritme hidup saya berubah total. Saya juga pernah ceritakan bagaimana menghadapi deadline tugas-tugas kuliah dan deadline pekerjaan kantor yang "kebetulan" berbarengan sehingga "cukup" bikin saya "hampir gila". Saya juga pernah ceritakan bagaimana saya harus menghadapi ujian akhir smester di saat Juno panas dan mun*ah-mun*ah. Baca juga :http://ceritamamijuno2.blogspot.co.id/2017/09/when-mommy-back-to-campus-part9-burnout.html

Dan tak cukup itu saja, karena hidup saya tidak hanya tentang kerja dan kuliah. Saya juga punya keluarga. Saya juga seorang istri dan seorang ibu. Dan saya rasa semua sepakat, urusan "internal" lebih kompleks dibanding urusan "eksternal". Setiap orang punya masalah, begitu pula saya. Setiap orang berjuang mengatasinya. Begitu saya. Setiap orang pernah mengalami titik balik dalam hidupnya. Begitu juga saya. Setiap orang pernah gagal. Begitu juga saya. Setiap orang pernah berada pada kondisi yang menurutnya "there's no way out". Saya juga pernah. Jadi memang tak ada kehidupan yang perfectly smooth,  entah seorang milyarder atau selebriti dunia sekalipun. Jujur, saya paling sebel kalau ada orang yang hobi curhat di medsos seakan-akan masalah hidupnyalah yang paling berat. Atau ada yang bilang gini, "ahh, hidup kamu kan gak seribet hidupku", hellooo...

Then, how do I cope with stress? 

Pertama, sebenarnya saya termasuk orang yang mudah stres. Kondisi tertentu bisa dengan mudah memicu kepanikan saya, dan tentu saja emosi negatif. Entah itu sedih, kecewa atau marah. Tapi jujur kondisi saya saat ini yang "nyambi-nyambi" justru mengajarkan saya bagaimana cara mengendalikan emosi. Memang awalnya sangat berat bagi saya untuk membagi energi, kognitif dan emosi di saat yang bersamaan dengan segala permasalahannya (bahkan sekarangpun saya masih mengalami kesulitan untuk membaginya), tapi bersyukur kondisi ini lebih banyak berkontribusi positif bagi hidup saya. Fokus pada beberapa hal di saat yang sama, ini sangat membutuhkan kesabaran ekstra. Kondisi memaksa saya untuk lebih sabar. Satu yang pasti, harus bisa mengendalikan emosi. Kalau tidak, semua kacau atau kondisi bisa saja memburuk.

Kedua, saya bukan tipe orang yang bisa dengan mudah menceritakan masalah kepada orang lain. Beruntung saya memiliki pasangan yang sangat mengerti saya, jadi hanya dengan dia saya bisa berbagi semuanya. Sharing itu sangat penting. Entah itu keluarga, pasangan, atau sahabat. Tapi sebelum sharing dengan seseorang, pastikan dulu orang tersebut  bisa menjaga "curhatan" kita. Yang penting jangan curhat di medsos aja, selain bikin orang kepo, juga bisa menimbulkan salah persepsi.

Ketiga, luapkan emosi, jangan ditahan. Kalau saya sih, paling kalau lagi stres banget, trus bingung harus ngapain, ya nangis. Tak ada yang salah dengan menangis. Dan dengan menangis, bukan berarti kita lemah. Everybody cries. Tapi menangis juga nggak akan menyelesaikan masalah. Jadi menangis hanya untuk meluapkan emosi aja, setelah "puas" nangis, harus bisa berpikir jernih.

Keempat, refreshing dengan melakukan hal yang disukai, misalnya piknik dengan keluarga, dinner dengan pasangan, nonton film atau konser musik, ketemu teman, ngobrol, makan makanan yang disukai, jalan ke mall, belanja, nyalon atau apa saja yang penting bisa membuat kita "sedikit" lebih rileks. As I said, ini nggak akan serta merta menghilangkan stres yang kita alami, namun setidaknya bisa membuat kita sedikit rileks. Refreshing yang nggak ngeluarin duit ada nggak ya? Banyakkk. Misalnya nonton film atau nonton video musik di rumah. Donload aja dari youtube, pake wifi kantor, trus ditonton di rumah, gratis 'kan. Hahaha, ini mah pelit namanya. Atau kayak saya, blogging atau planting alias nanam-nanam tanaman gitu, cukup untuk melepas stres.

Kelima, take your "me time". Entah itu ibu bekerja ataupun ibu rumah tangga, perlu untuk memiliki "me time". Kita memang sibuk dengan pekerjaan kantor atau pekerjaan rumah, dan urusan "internal" lainnya, tapi bukan berarti kita tidak memikirkan diri kita sendiri. Entah itu hanya untuk sekedar memperhatikan penampilan atau bersosialisasi. Mungkin sebagian orang nggak setuju dengan  ini, wong udah berkeluarga kok me time me time segala. Ada lho teman saya, laki-laki yang sangat "menentang" me time bagi istrinya. Menurut dia, me time orang yang sudah berkeluarga ya waktu bersama keluarga. Hemmm, bersyukur papi Juno bukan tipe suami yang begini, hehehe. Tapi ada juga lho istri yang memang "tidak menghendaki" me time. Yahh itu kan pilihan masing-masing, apapun bentuk "me time" nya, yang penting bisa "ngurangin stres".

Keenam, pay your self. Hampir sama dengan "me time", saya kira setiap perempuan "berhak" dan "wajib" memperhatikan dirinya sendiri, entah itu penampilan fisik atau "kebahagiaan" psikologis. Jangan sampai karena terlalu sibuk dengan pekerjaan dan keluarga lalu lupa memperhatikan diri sendiri. Boleh kok dandan atau mengubah penampilan, boleh kok beli sesuatu yang kita "pengen", kalau itu bisa memperbaiki mood atau ngurangin stres, why not? Kalau suami protes atau nggak ngebolehin gimana? Duhh suami aneh aja yang nggak suka liat istrinya tampil menarik. 

Kedelapan, turunkan sedikit ekspektasi, supaya tidak mudah kecewa. Saya ingat pesan ini diucapkan oleh seorang dosen di semester 1 tahun lalu. Kekecewaan juga bisa memicu stres loh. Pasang target boleh, tapi nggak usah terlalu dipaksakan juga. Bener juga sih. Kalau kita pasang targetnya ketinggian, begitu gagal, kecewanya bakal kebangetan juga.

Kesembilan, Peaceful outside, fighter inside. Saya selalu ingat pesan profesor saya soal ini. Dalam kondisi sesulit apapun, se-stres apapun, bahkan dalam kondisi yang tampaknya tak ada jalan keluar, hati kita boleh berkecamuk, otak kita boleh panas, hadapi dengan tenang dan cobalah untuk ikhlas. Kata orang ilmu yang paling sulit dipelajari adalah ilmu ikhlas, tapi ingatlah Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan kita.

Happy weekend. Semoga bermanfaat. 

Sunday, 29 October 2017

INNSIDE Yogyakarta: Staycation Review


Bisa dibilang saya sangat jarang posting staycation review. Bukan nggak mau, tapi seringnya kalau pas stay di suatu hotel gitu, lupa untuk "ngumpulin" bahan untuk ditulis, misalnya foto. Kan lucu, masa me-review hotel nggak ada fotonya, atau kalaupun ada lebih banyak foto-foto narsisnya, nanti pembaca jadi males mampir ke blog saya, hehehe.


Kali ini saya akan posting pengalaman saya stay di sebuah hotel yang bisa dibilang lumayan baru, karena baru grand openning bulan April tahun ini, yaitu INNSIDE by Melia atau INNSIDE Yogyakarta. Hotel bintang 4 ini berlokasi di Jalan Lingkar Utara Maguwoharjo Depok Sleman, sekitar 10 menit dari bandara Adisucipto. Akhir bulan September lalu saya tak sengaja melihat status Whatsapp salah satu pegawai INNSIDE yang ada di kontak saya, yaitu Mbak Diella. Statusnya waktu itu adalah banner promo 2 tiket gold konser Michael Learns To Rock (MLTR), dengan stay di studio room INNSIDE Yogyakarta, dengan rate  saat itu 750 ribu/nite. Bayangkan, stay di hotel baru bintang 4, dengan rate 750 ribu/nite, dapet 2 tiket gold nonton konser MLTR pula. Wow, MLTR gitu loh. Jarang-jarang kan di Jogja ada konser band internasional sekeren itu. Saya yang memang penggemar MLTR sejak SMP langsung booking 1 studio room pada tanggal tersebut. Konsernya sendiri pada tanggal 7 Oktober 2017 di Grand Facific Hall, di Jalan Magelang, Yogyakarta. Ternyata tak hanya saya yang tertarik untuk menonton konser MLTR, setelah saya tawari, 4 orang teman saya juga tertarik, akhirnya kami booking 3 kamar, di tanggal konser. Dan kami pun tak sabar untuk menonton konsernya.

Sabtu tanggal 7 Oktober 2017 sekitar jam 15.00 saya, Juno dan papinya check in, sedangkan teman-teman saya datang belakangan. Saat itu hotel cukup ramai, mungkin sebagian tamu seperti saya juga, mau nonton konser MLTR malam harinya. Kami check in sekaligus mengambil tiket. Kamar kami di lantai 8, satu lantai di bawah sky deck roof top bar. Kamar kami adalah studio room berukuran sekitar 26 m2. Dengan desain modern dan sangat stylist, dilengkapi window yang menghadap ke utara, yang kalau  pagi pemandangan Gunung Merapi tampak jelas di kejauhan. Desainnya didominasi warna putih, hitam, cream dan coklat. Simpel dan tidak banyak pernik. Studio room ini tersedia bed ukuran king atau twin, dilengkapi dengan LED TV 43" dengan saluran TV kabel, koneksi wifi, meja kursi, bath room yang modern, telepon, fasilitas untuk bikin teh atau kopi, mini bar, free amenities, free bottled water, dan tentu saja room service. Dan asyiknya lagi, bagi kita yang setiap selesai mandi harus melakukan "ritual" mengeringkan rambut, tersedia juga hair dryer di bath room. Bahkan tersedia juga seterika dan meja, laundry service, dan wake up call service jika membutuhkan. Lengkap banget kan. Overall, menurut saya kamarnya keren banget. Desainnya keren, bersih, dan viewnya juga oke. Saat posting ini, iseng saya check rate untuk studio room lewat Traveloka, ratenya 600 ribu/nite.

view dari kamar kami
studio room



desainnya keren yah





Setelah beres-beres, kami menuju ke roof top untuk berenang. Yes, bener banget di INNSIDE, swimming poolnya berada di roof top. Tak hanya swimming pool saja, di roof top juga ada bar nya loh. Jadi bisa banget kalau mau nongkrong di tepi kolam sambil menikmati semilir angin gitu. Dan kalau malam minggu di sini juga ada barbeque, all you can eat  mulai jam 19.00 s/d jam 00.00 hanya dengan membayar 80 ribu/pack . Hemmm, kayaknya harus dicoba nih. Kolam renangnya ada 2, untuk orang dewasa dan anak-anak. Saat itu Juno berenang di temani papinya, saya sih nongkrong di pinggir kolam, sambil selfie-selfie, hehehe. Menurut saya kolam renangnya cukup bersih, dan nyaman juga karena tersedia banyak sofa dan kursi untuk duduk-duduk di tepi kolam renang. Tak perlu repot bawa handuk dari kamar, karena mas-mas pegawai hotel dengan ramah akan menawari kita handuk dan juga tersedia changing room di sekitar kolam renang. Hemmm, cocok juga nih rooftopnya buat acara party-party gitu, misalnya wedding atau ulang tahun. Oiya, selain kolam renang, bagi yang mau ngegym juga ada gym center juga loh, tak jauh dari kolam renang.


swimming pool di roof top

sky deck roof top bar
Gym Center, jangan lupa bawa sepatu ya kalau mau ngegym di sini

Kami berenang hingga mendekati magrib, dan setelah itu bersiap untuk yang ditunggu-tunggu, yaitu konser MLTR di Grand Pacific Hall. Jam 19.00 kami berangkat dari hotel. Seperti dugaan saya, banyak tamu hotel yang juga mau nonton MLTR. Dan sepertinya pihak hotel saat itu juga menyediakan transport bagi tamu yang akan nonton konser MLTR. Malam itu ringroad lumayan macet, maklum malam minggu, butuh sekitar 40 menit untuk tiba di Grand Pacific Hall. Kami menikmati konser hingga jam 23.00, asli malam itu MLTR benar-benar memuaskan penggemarnya, keren bangetttt. Walaupun usia personil-personilnya tidak bisa dibilang muda lagi, namun performance tetap keren, berasa dengerin  CD deh pokoknya.Top banget. 

Kami tiba di hotel lagi jam 00.00 dan langsung istirahat. Pagi harinya Juno mengajak berenang lagi. Cukup banyak juga tamu yang berenang pagi itu. Juno hepi karena banyak anak seusianya yang berenang. Setelah puas berenang kami turun untuk sarapan di restoran yang berada di dekat lobby, namanya SYNDECO CAFE. Menunya cukup lengkap, mau yang tradisional atau internasional, ada semua, dan rasanya enak. Hanya sayang, saya yang penggemar salad, saat itu tidak menemukan saus salad yang biasanya ada beberapa macam. Saat itu seingat saya, hanya tersedia olive saja. Overall, menurut saya makanannya enak.

Juno sarapan di Syndeo Cafe, INNSIDE Yogyakarta

Syndeo Cafe



Nahh, itu tadi pengalaman staycation saya bersama keluarga di INNSIDE Yogyakarta. Kami suka banget dengan desain kamarnya yang simpel tapi modern dan stylish banget, bersih, fasilitasnya lengkap, pelayanannya bagus, pegawainya ramah-ramah, tempat parkirnya luas, dan juga makanannya enak. Nggak nyesel deh pokoknya, apalagi bisa nonton konser MLTR yang keren abis. Next, saya penasaran pengen nyobain barbequenya, kayaknya seru banget.Buat yang mau liburan di Jogja, hotel ini recommended banget.


INNSIDE Yogyakarta, 
Jalan Lingkar Utara Maguwoharjo Depok Sleman
Telp (0274) 6008888



Saturday, 28 October 2017

Nyinyir dan Curhat di Medsos, Haruskah?

isigood.com
Kemarin saya nggak sengaja nonton sebuah tayangan infotainment. Sebenarnya saya kurang suka nonton infotainment, karena isinya hanya artis yang itu-itu saja, kalau bukan gosip artis, ya promo program acara atau sinetron, trus yang dibahas ya artis-artis pengisi program atau pemain sinetron tersebut. Daripada nonton infotainment, saya lebih suka cek akun lambeturah, hehehe. Di infotainment yang nggak sengaja saya tonton kemarin sore, ada berita tentang seorang pesinetron yang mengunggah quote di instastory, yang akhirnya jadi viral. Unggahannya sih general, tentang teman palsu yang perlu diwaspadai, tanpa menyebut nama. Dan akhirnya unggahan tersebut jadi viral dan menyudutkan salah satu artis yang juga salah satu teman dekat pesinetron tersebut. Netizen menganggap artis tersebut yang dimaksud di quote yang diunggah si pesinetron. Dan akhirnya bla bla bla, si pesinetron mengklarifikasi di depan wartawan dan juga kepada si artis. Ribet yah.Tapi yang untung ya wartawan dan media, gitu aja udah jadi berita, hehehe.

Waktu si pesinetron klarifikasi di infotainment, begini kira-kira, intinya quote yang dia unggah itu general, tidak bermaksud menyindir siapapun, jadi netizen aja yang menyimpulkan kalau itu ditujukan ke si artis. Kadang menurut saya netizen juga kreatifnya kebangetan juga sih, artis nyetatus apa, mengunggah apa, seringkali diartikan macam-macam oleh netizen, akhirnya viral, yang untung media lagi. Hehehe. Terlepas unggahan tersebut sifatnya general ataupun sebenarnya memang ditujukan untuk menyindir seseorang, tentu saja dampaknya akan menyebabkan 'ke-kepoan" orang yang melihatnya. Bukan hanya kepo tapi bukan tidak mungkin orang yang membaca juga akan merasa tersindir, mengingat statusnya kan menyinggung pertemanan, bisa jadi teman-teman si pesinetron lainnya juga merasa tersindir. Bener 'kan?

Nah, itu fenomena "status nyinyir" di kalangan seleb, jadinya viral dan jadi berita "penting" di media. Kalau yang nyetatus nyinyir orang biasa bagaimana? Orang biasa maksudnya bukan artis gitu, kayak saya gini. Misalnya saya mengunggah quote seperti yang diunggah oleh mbak pesinetron tadi di medsos saya, taruhlah instastory, facebook, whatsapp, atau jadi DP BBM (eh, masih ada ya yang pake BBM). Bakal heboh seperti itu juga nggak ya? Ya nggak lah, emang eike siapa? hehehe. Kemungkinan pertama, orang yang membaca unggahan saya tersebut akan kepo alias penasaran, siapa sih yang saya maksud? Kedua, yang nggak enak, tentu saja orang-orang yang selama ini jadi teman dekat saya, atau paling nggak teman sayalah, yang baperan tentu saja akan merasa tersindir. Dan dampaknya apa? Tentu saja jadi saling bersuudzon, dan pertemanan jadi terganggu. Itu salah satu contoh.

Kalau ada meme yang mengatakan, nyindir satu orang di medsos, maka yang baper banyak, menurut saya itu bener banget, kecuali nyindirnya spesifik, misalnya, "eh kamu yang pinjem duit sama aku, met liburan di Bangkok ya", misalnya. Itu 'kan spesifik, jadi yang tersindir (kalo merasa) ya cuma satu orang itu saja. Saya sebenarnya bukan tipe orang yang baperan, cuma risih aja kalau lagi selo trus asik-asik santai liat recent update, eh ada yang nyetatus nyinyir. Apa ya, menurut saya norak aja gituh. Menurut saya, kalau emang nggak suka dengan seseorang atau merasa terganggu, entah karena sikapnya, ucapannya, atau mungkin hidupnya yang "seru" dan "bahagia", ya udah tegur aja langsung,  baik-baik, kalo nggak berani negur dan dianggap udah sangat "meresahkan", ya udah block aja, beres 'kan. Ngapain harus nyindir-nyindir di medsos segala, ya kalau yang disindir merasa, kalau yang baper orang lain gimana, repot 'kan?

Itu baru fenomena nyinyir di medsos. Ada pula yang hobi curhat tentang hidupnya yang "merana", mending kalo cuma syedih, trus curhat di medsos, ada juga yang lagi ada masalah rumah tangga, curhat di medsos juga. Emang teman-teman di medsos bisa kasih solusi gituh? Bersyukur ya kalau ada yang mau bantu, lah kalau sebaliknya, yang ada orang pada kepo trus menunggu "episode" selanjutnya. Duhhh...Risih saya kalau ada yang curhat soal rumah tangganya di medsos. Emang semua orang harus tau juga ya? Nggak 'kan.

Yah itulah fenomena saat ini yang sering kita temui. Kalau dulu curhat tuh sama sahabat, sekarang curhat di medsos. Trus punya masalah dengan orang lain, dikit-dikit nyinyir di medsos, lihat teman yang hidupnya tampak "bahagia", dinyinyirin juga. Liat teman berhasil, dinyinyirin juga. Duhhh, yang masih suka begini, sepertinya mainnya kurang jauh alias kurang piknik deh, hehehe. Apalagi kalau cowok hobi nyinyir, cocoknya dipanggil sis, bukan bro, hehehe.

Hobi nyinyir dan curhat di medsos juga menunjukkan pribadi kita loh. Misalnya, dikit-dikit curhat, bukan nggak mungkin orang bakal menilai kita rapuh, galau, lemah, dan sebagainya. Atau dikit-dikit nyinyir, maksud kita mau nyindir seseorang, bisa jadi orang justru menilai kita tukang sirik lah, nggak suka liat orang seneng lah, dan sebagainya. Tak hanya itu, hobi nyinyir juga menunjukkan kualitas kita. Masih inget seleb senior cantik yang juga seorang doktor, yang hobinya twitwar? Penilaian orang tentang dia menjadi bergeser setelah tau bahwa orang ini hobinya twitwar dan nyinyirin orang, secara dia orang berpendidikan.

Jujur, saya juga pernah menjadi 4LL4Y (baca: alay), saat-saat di mana baru mengenal medsos, apapun diposting, apapun dibuat status, nyinyirin orang juga pernah. Tapi rasanya malu juga sama umur kalau masih suka nyinyir atau galau, dikit-dikit boleh lah galau, tapi jangan sering-sering, hehehe. Nyinyir bolehlah, asal tau tempat. Daripada nyinyir atau galau di medsos, jadikan ke-nyinyiran dan kegalauan kita jadi tema di blog, trus ditulis. Dibaca banyak orang, syukur-syukur bisa menginspirasi. Ya udah deh, intinya kurang-kurangilah nyinyir yang nggak penting, lebih banyak negatifnya daripada positifnya. Trust me.


When Mommy Back to Campus Part#10: Ekspektasi VS Realita


Akhirnya bisa update blog juga. Maklum, namanya juga seksi sibuk merangkap seksi wira-wiri, kerja, kuliah, momong anak dan bapaknya, nggarap tugas kuliah, belum lagi urusan “internal” dan "eksternal" lainnya. Beberapa bulan ini memang kerjaan dan tugas kuliah sama-sama padat merayap, alhasil saya nggak sempat update blog. Padahal aari awal memutuskan menjadi seorang blogger (cieee blogger), saya sebenarnya berkomitmen pokoknya minimal seminggu sekali harus update blog. Tapi ya gimana lagi, realita tak selalu seindah ekspektasi, selain waktunya yang nggak sempet (atau males), seringkali  ide tidak mudah muncul juga. Maafkan saya yah, kalau saat ini baru bisa menyandang  gelar “partime blogger”.

Bicara soal realita tak seindah ekspektasi, pasti kita udah sering mengalami ya. Apalagi kaum perempuan, mamah-mamah muda seperti saya (seperti saya?helloo...) pasti sering banget mengalami moment-moment di mana realita tak seindah ekspektasi. Contohnya? Banyakkkk. Pernah belanja baju di online shop? Pas liat fotonya, keren banget ya, apalagi dipakai oleh modelnya cewek-cewek Korea gitu, cantik banget dah pokoknya. Pas paket udah sampai, komentar pertama kali, "ihhh kok begini sih? beda sama di foto". Contoh lain, saat kita cari model gaya rambut di internet, fotonya disave, trus pas di salon fotonya ditunjukin ke mbak kapsternya, "mbak, saya mau potong model begini". Pas udah selesai liat hasilnya di kaca sambil komentar "mbak, kok jadinya begini sih? Saya 'kan mau modelnya yang ini". Mbak kapsternya dengan muka males jawab, "kan jenis rambut dan bentuk muka mbak juga beda dengan yang di foto". Hehehe.

Sebenarnya ada beberapa motivasi yang membuat saya memutuskan untuk kuliah lagi, terlepas dari bidang kerja saya, pertama saya memang tertarik untuk mempelajari lebih dalam lagi Human Resources Management alias Manajemen Sumber Daya Manusia. Saya menemukan passion saya di sini. Sekali lagi, nggak ada hubungannya dengan pekerjaan saya. Yang kedua, saya menyukai belajar hal-hal baru, bertemu orang baru, dan dunia baru. Yang ketiga, saya mendapat dukungan dari keluarga, terutama papi Juno, dan juga Profesor saya waktu itu. Jadi memang tak ada hubungannya dengan pekerjaan saya ya.

Namun selain beberapa motivasi di atas, ada satu alasan lagi yang membulatkan tekad saya untuk melanjutkan kuliah lagi. Saya ingin kurus. Helooo?!?! Agak nggak masuk akal sih, tapi ini serius loh, seperti halnya kebanyakan perempuan lain, saya sangat terobsesi untuk memiliki badan yang langsing. Saya tau ini adalah pola pikir yang sangat sempit yang dimiliki oleh kebanyakan kaum perempuan, tapi tidak dapat dipungkiri, memiliki tubuh yang langsing dan sehat adalah impian sebagian besar perempuan. Bukan hanya terkait penampilan yang lebih nyaman, namun juga kaitannya dengan kesehatan. Walaupun ada juga yang berpikiran lain, menurut saya itu wajar.  Waktu kuliah S2, di sebuah kelas, professor saya pernah mengatakan begini, “kalau kalian ingin kurus, silahkan melanjutkan kuliah S3, begadang membaca artikel, mengerjakan tugas-tugas, bisa membuat kalian kurus.” Saya yang sangat ingin kurus, tentu saja sangat termotivasi dengan ucapan Profesor saya saat itu, hehehe.

Saya ingat, moment saat saya merasa langsing setelah menikah adalah saat menyelesaikan tesis, 2 tahun lalu. Saat itu karena mengejar waktu wisuda, saya begadang tiap malam, kadang nggak tidur sampai pagi, langsung dilanjut ngantor, atau hanya tidur 2-3 jam saja, hingga lupa makan. Alhasil saat itu berat badan saya bisa mendekati saat menikah, dan bahkan saat wisuda bisa mengenakan kebaya yang saya kenakan saat akad nikah. Lebay memang, tapi bagi saya itu sesuatu banget. 

Dan setelah melanjutkan kuliah S3, saya berharap apa yang dikatakan Profesor saya waktu itu terjadi, saya bisa kurus. Ini tahun kedua saya kuliah, namun yang terjadi sebaliknya, berat badan saya justru bertambah, hiks hiks, tidak seperti yang diharapkan. Mengapa bisa begitu? Awalnya saya juga bingung, mengapa bisa begitu, padahal hampir tiap malam saya begadang, siangnya kerja dan kuliah, wira-wira kampus-kantor, tapi kok malah berat badan naik ya. Saya jadi mudah lapar, mungkin karena harus fokus ke beberapa hal bersamaan, otak terforsir, alhasil saya jadi mudah lapar. Walaupun saya nggak makan nasi, tapi kalau makan bakso, ayam geprek, pizza dll, ya tetap aja ngaruh.

Saya juga sempat googling, normalnya begadang menyebabkan berat badan turun, tapi ternyata begadang juga bisa menyebabkan naiknya berat badan. Ternyata begadang berpengaruh pada hormon kortisol dalam tubuh kita. Hormon ini menyebabkan kita selalu ingin ngemil atau makan. Selain itu begadang juga menghambat metabolisme dan menyebabkan jumlah hormone ghrelin meningkat. Hormon ini berkaitan dengan nafsu makan. Saat hormon ini tidak bekerja dengan baik, maka seseorang akan mempunyai nafsu makan yang lebih besar dari biasanya. Dan biasanya orang yang kurang tidur, akan memilih makanan manis dan berkalori. Nah loh, pantesss.(https://www.vemale.com/segar-dan-rileks/46321-begadang-bisa-bikin-gendut-ini-alasannya-4.html) 

Selain itu sejak kuliah lagi, saya jadi nggak ada waktu lagi untuk berolahraga dengan cukup. Kalau dulu, saya masih sempat ikut senam, pilates dan yoga, sekarang boro-boro untuk itu, mending waktunya dihemat buat istirahat, tidur atau sama keluarga. Semester lalu sih masih sempat bersepeda sama Juno dan papinya, tapi karena kesibukan, sekarang udah jarang juga, hiks hiks. 
Dikomentari orang udah biasa, “mbak, gemukan ya.” Atau “mbak, hati-hati lho, sekarang gemuk, kuliah kok malah gemuk”, atau ada juga yang lebih “makjlep”, “mbak, kok sekarang gemuk sih, emang suami nggak protes?” Duhh pertanyaannya kok gitu banget sih ya, hehehe. 

Perempuan yang udah pernah melahirkan, gemuk itu kan wajar ya. Bersyukurlah bagi yang nggak punya “bakat” gemuk, jadi biarpun makan banyak tetep kurus, seperti beberapa teman saya, makannya banyak, tapi tetap kurus. Lah saya, mau makan dikittt aja, berat badan pasti naik. Kalau ada yang komentar demikian, jawaban saya selalu sama, “iya nih, sekarang jadwal kuliah masih padat, jadi nggak ada waktu buat olah raga. Nanti kalau jadwal kuliahnya udah nggak padat, baru bisa olah raga lagi. Dan bersyukur, suami saya bukan orang yang ribet dengan berat badan saya.” Hehehe.

Ahh, realita memang tak selalu seindah ekspektasi. Atau kita saja yang kurang bersyukur. Mungkin saja. Happy weekend.